Ruang Sederhana Berbagi

Rabu, Oktober 02, 2013

Relevansi

Suatu siang saya bertemu seorang auditor dari salah satu kementerian pendidikan di Jakarta. Ia menyapa saya dengan baik. Menanyakan nama kemudian pekerjaan. Ia juga mengenalkan dirinya dan menyebutkan pekerjaan. Dari pekerjaannya, saya tahu ia seorang auditor. Ia sedang mengaudit kegiatan pelatihan sertifikasi guru. Saya pun mengenalkan diri dan kegiatan sehari-hari. Ia kemudian tertarik mengetahui tentang studi saya dan bidang yang saya...
Share:

Minggu, September 29, 2013

Keliling Sumatra Bersama Ary

Selalu menarik ketika membaca kisah perjalanan. Saya menyukainya karena dengan membaca kisah perjalanan, saya dibawa pada tempat-tempat menarik yang belum saya kunjungi. Beberapa tempat yang sudah dikunjungipun tetap akan menarik karena kita akan melihat dari sisi yang lain. Saya suka membaca kisah perjalanan, sebut saja kisah perjalanan Marco Polo keliling dunia. Setiap dinamika yang terjadi disebuah tempat pasti akan diceritakan. Pun dengan...
Share:

Minggu, September 22, 2013

Inspirasi Anies Baswedan

Suatu hari di siang yang cerah, saya mendapat kesempatan untuk datang di diskusi yang dihadiri oleh Anies Baswedan.Tentu saja ini menjadi spesial karena kehadiran Anies Baswedan, tokoh muda Indonesia yang masuk dalam jajaran 100 orang intelektual muda berpengaruh di dunia pada abad ini. Anies Baswedan menyempatkan diri untuk berbagi pengalaman tentang pendidikan, masa depan pendidikan Indonesia, dan Indonesia Mengajar. Anies memulai dengan mengatakan...
Share:

Jumat, September 20, 2013

Menghapal Perkalian

Ada satu hal yang dulu sangat berat untuk dihapal, perkalian. Selain rumit, perkalian itu matematika. Pokoknya ketika berhubungan dengan matematika, rasanya menghapal itu sebuah hal yang berat. Dahulu saya tidak tahu alasan harus menghapal selain bisa menjawab perkalian. Menghapal perkalian bukan menghapal IPA atau IPS atau PMP. Di luar matematika, saya masih senang menghapalkan. Belakangan saya makin tidak suka menghapal karena terlalu...
Share:

Rabu, September 18, 2013

Catatan Bergambar

Sejujurnya saya kagum dengan catatan anak-anak sekolah Waldorf yang saya datangi di Thailand. Mereka mencatat dengan sangat indah. Sesuatu yang wajar di sekolah Waldorf karena keindahan adalah bagian dari kehidupan. Life is beautiful, hidup itu indah. Mereka, para guru di Waldorf seperti sudah tertanam chip keindahan untuk menginspirasi para murid-muridnya. Demikian juga dengan murid-muridnya yang sudah diberikan bentuk-bentuk keindahan sejak...
Share:

Selasa, September 17, 2013

Menilik Finlandia

Tanpa mengesampingkan negara lain yang memiliki sistem pendidikan sendiri, saya ingin melihat beberapa sisi penting dari pendidikan di Finlandia. Pertama guru, guru adalah sosok yang inspiratif dan terpilih dari lembaga pendidikan guru. Lembaga pendidikan gurunya sangat keren dalam merekrut orang-orang pilihan untuk kemudian menjadi guru. Guru adalah lulusan magister yang dididik dengan baik sebelum terjun ke sekolah-sekolah. Guru tidak banyak mengajar...
Share:

Kepercayaan

Intinya kepercayaan! Itu yang selalu mendasari saya menunjuk anak dalam melakukan tugas-tugas yang sekira terlihat seperti berat. Ketika kita percaya pada anak maka segalanya akan berjalan sebagaimana mestinya.Walau hati tetap gusar dan deg-degan tetapi berusaha tenang. Ketenangan menjadi penting karena tenangnya kita akan menjadi tenangnya mereka juga.Minggu ini anak-anak menjadi petugas upacara. Rasanya tidak bisa disebut sebagai tugas yang berat...
Share:

Kamis, September 12, 2013

Anak dan Pelatih Sepakbola

Beberapa bulan ini saya sering mengantar anak bermain sepakbola di sebuah akademi sepakbola di Kota Bandung. Sambil menunggu saya berpikir tentang anak-anak di sekolah, pelatih, dan pemain sepakbola.Terkadang, sesekali berperan sebagai pelatih sepakbola itu sangat menarik. Saya mengamati seorang pelatih sepakbola untuk anak-anak. Dengan instruksi-instruksi tegas dan terarah untuk anak-anak, pelatih sepakbola berteriak di samping lapangan. Pelatih...
Share:

Rabu, September 11, 2013

Misteri Berita

Televisi memang senjata massal yang ampuh untuk membunuh. Setidaknya membunuhi berita penting yang seharusnya diketahui bersama. Bisa sekonyong-konyong menjadi besar untuk sesuatu yang sebenarnya kecil. Misalnya isu tahu dan tempe yang mogok produksi karena kedelai. Isunya karena ada kartel kedelai yang memainkan harga. Ini kemudian lenyap dan tertutupi oleh berita tentang seorang mengaku intelek yang berbicara dengan gaya bahasa berbeda.Sepertinya...
Share:

Postingan Populer