Ruang Sederhana Berbagi

Senin, Maret 28, 2016

Mencari Makna Main Kayu

Berkarya kayu bersama Kayukrea Woodcraft
Membuat mainan kayu yang lebih hangat dan ramah lingkungan (dok. Iden Wildensyah)

Hal menyenangkan yang saya lakukan waktu kecil adalah main kayu. Saat ini, ketika waktu terus berjalan kesenangan bermain kayu ternyata tidak pudar. Semakin menggila ketika tahu banyak hal yang menarik dibalik main kayu ini. Apapun itu yang berhubungan kayu pasti saya suka. Mengukir, membuat kotak kayu, membuat mobil-mobilan dan masih banyak lagi. Sebelum melangkah lebih jauh, ternyata ada istilah main kayu. Dalam catatan Gustaf Kusno di kompasiana, saya menemukan istilah main kayu "Masih ingatkah Anda dengan istilah ’main kayu’ yang merupakan kata kiasan menggambarkan ’tindakan yang tidak sportif atau tidak fair’. Istilah ini masih menyimpan misteri, karena belum saya temukan korelasi antara ’bermain kayu’ dan ’perbuatan curang’ ini"

Nah, istilah lain atau makna lain dari main kayu ternyata juga ada di KBBI. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia arti dari main kayu adalah:
1.Cakapan (tidak baku) berbuat yang keji-keji; berbuat mesum;
2. Berbuat curang (dalam permainan dan sebagainya) ;
3. Main keras yang menjurus menyakiti lawan (dalam permainan olahraga dan sebagainya) ; main kasar
Main Kayu bersama Kayukrea Woodcraft
Tempat berkarya mengolah kayu bekas, Kayukrea Woodcraft (dok. Iden Wildensyah)

Penjelasan selanjutnya jika dipecah menjadi main dan kayu maka kita akan dapatkan main/ma·in/ v 1 melakukan permainan untuk menyenangkan hati (dengan menggunakan alat-alat tertentu atau tidak): -- bola; -- kelereng; -- cari-carian; 2 cak melakukan perbuatan untuk bersenang-senang (dengan alat-alat tertentu atau tidak): anak-anak sedang -- di halaman; 3 berjudi: sepanjang hari kerjanya hanya -- domino; 4 dalam keadaan berlangsung atau mempertunjukkan (tontonan dan sebagainya): filmnya sudah --; 5 bertindak sebagai pelaku dalam sandiwara (film, musik, dan sebagainya): dia sering ikut -- dalam pementasan drama di sekolah; 6 berbuat serong: saya benci kepada laki-laki yang suka -- dengan perempuan lain; 7 bekerja, bergerak, berputar, dan sebagainya secara sepatutnya (tentang mesin dan sebagainya): jarum jamnya sudah tidak -- lagi; 8 cak berbuat sesuatu dengan sesuka hati; berbuat asal berbuat saja: jangan -- pinjam saja, pikirkan juga bagaimana cara mengembalikannya; kalau sudah marah, ia suka -- pukul saja; 9 cak menjalankan usaha (taksi, becak, dan sebagainya); mencari nafkah dengan: dulu -- becak, sekarang -- taksi; 10 cak selalu menggunakan (memakai): sekarang dia sudah tidak mau naik bus, -- taksi melulu;-- kong kalingkong, pb menjalankan akal jahat untuk kepentingan diri sendiri; tidak jujur;

Tempat main kayu, KAYUKREA WOODCRAFT (dok. Iden Wildensyah)
Sementara main kayu  berarti: 1 cak berbuat yang keji-keji; berbuat mesum; 2 berbuat curang (dalam permainan dan sebagainya); 3 main keras yang menjurus menyakiti lawan (dalam permainan olahraga dan sebagainya); main kasar;
Nah, kalau kayu itu sendiri adalah kayu1/ka·yu/ n 1 pohon yang batangnya keras; 2 bagian batang (cabang, dahan, dan sebagainya) pokok yang keras (yang biasa dipakai untuk bahan bangunan, dan sebagainya); di mana -- bengkok, di sanalah musang meniti, pb di tempat yang tidak terjaga, di situlah pencuri datang;

Wah, ternyata banyak sekali yah maknanya main kayu. Apapun itu, main kayu sangat menyenangkan. Bermain alat-alat pertukangan selalu membuat saya ketagihan.


Share:

Jumat, Maret 25, 2016

LGBT dan Keseimbangan Alam

Sudah lama saya mau menulis tentang LGBT dari persfektif lingkungan. Pikiran iseng aja sih, tadinya mau dilempar dulu di forum lingkungan. Ingin tahu dari sisi orang lain tentang LGBT dan lingkungan. 
Sejak tahu LGBT itu penyimpangan dari statementnya seorang psikolog yang rajin mengampanyekan anti penyimpangan dengan cara meraih para orangtua agar waspada pada setiap perilaku anak di era digital, Elly Risman, maka saya melihat sisi lainnya. Segala sesuatu yang menyimpang dari kodrat alam maka akan terjadi sesuatu pada alam itu sendiri. Misalnya bumi yang menyimpang sedikit saja dari garis edarnya di dalam tata surya kita maka akan terjadi sesuatu pada bumi itu sendiri. Misalnya perubahan angin, suhu, dan bisa jadi medan magnet juga akan berubah. Efeknya akan banyak terjadi pada semua kehidupan di muka bumi. 
Penyimpangan selanjutnya misalnya kita ubah cara mengendarai mobil di jalan. Jika semula di Indonesia mengendarai mobil dengan stir kanan kemudian pindah ke kiri dan bawa mobil diubah jadi di kanan jalan, alhasil akan banyak kecelakaan dan makian dari pengendara yang lain karena kemungkinan tabrakan sangat besar. Berlawanan arah dari arah yang sudah umum.
Kehadiran manusia di bumi ini berdasarkan hukum alam yang sudah ditentukan. Sperma bertemu indung telur. Sperma dari laki-laki dan indung telur dari perempuan. Entah jika kemudian terjadi penyimpangan dimana sperma bertemu dengan sperma akan menghasilkan spesies baru yang berbeda dari hal-hal sebelum atau tidak?. Atau indung telur bertemu indung telur yang menghasilkan spesies baru di muka bumi ini. Hmmm!
Ada yang menarik dan ingin ditelusuri lebih dalam lagi adalah perilaku penyimpangan ini apakah terjadi juga pada hewan seperti monyet, ayam, bebek, burung, semut, kelinci, dll. Saya belum menemukan penyimpangan di dunia satwa. Misalnya ayam jago di kampung saya sampai hari ini saya perhatikan masih mencari ayam betina untuk membuahinya. Belum menemukan misalnya tiba-tiba ayam jago saling membuahi satu sama lain. Belum ada penyimpangan yang terjadi di dunia ayam.
Sesuatu yang menyimpang biasanya mengakibatkan ketidakseimbangan. Penyimpangan arah angin akan mengakibatkan perahu tidak bisa kembali ke titik semula. Burung kebingungan saat migrasi dan hama tanaman bisa menyebar ke berbagai arah karena tertiup angin. 
Dari penyimpangan tersebut, bisa jadi LGBT juga akan mengganggu keseimbangan alam. Sebuah hal yang alamiah jika keseimbangan terganggu maka kerusakan alam akan terjadi. Secara keseluruhan jika ini dibiarkan maka salah satu spesies yang terancam adalah manusia. 

Keseimbangan Alam! Jalan yuk!

Share:

Rabu, Maret 23, 2016

Taman Kota dan Interaksi Warga

Teras Cikapundung (dok. Iden Wildensyah)
Ketika mengunjungi Vietnam tahun 2013 tepat di kota Saigon atau sekarang yang dikenal dengan nama Ho Chi Minh City, saya senang bukan main karena melihat banyak taman kota. Hampir di setiap tempat saya melihat taman kota yang tertata dengan baik.

Setiap sore dan pagi, di taman kota tersebut penuh dengan aktivitas warga yang berolahraga dan aktivitas lainnya. Olah raga yang melibatkan banyak orang seperti bola volley, futsal, atau olah raga yang cukup dilakukan berdua seperti badminton tersedia di tiap taman kota. Untuk yang individual juga ada seperti berlari, kebugaran dengan alat bantu yang ada di tiap sudutnya. 

Tak hanya itu, ada juga senam aerobik, dansa, Tai Chi, dan masih banyak lagi permainan yang dilakukan orang kota di Saigon. Mereka berinteraksi satu sama lain. Jika sudah malam, semua beranjak pulang. Dengan handuk di pundak keringat mengucur, mereka istirahat dan mandi dengan pikiran dan badan yang segar.

Taman Kota di Bandung

Warga Bandung bersyukur karena walikotanya seorang arsitek. Dengan sentuhan tangan dingin Ridwan Kamil, kini sudah mulai bertambah banyak taman-taman kota yang bisa diakses warganya. Dengan tema-tema khusus untuk tiap taman kota, tentu mengundang warga untuk mendatanginya. Misalnya taman superhero, taman olahraga, taman satwa, dan masih banyak lagi taman tematik di Kota Bandung.

Mengubah bentuk taman yang tadinya kaku menjadi dinamis ternyata mampu menarik respon yang positif dari warga kota. Sebut saja taman balaikota yang awalnya terlihat kaku dan berjarak, kini jadi dinamis dan tak berjarak dengan warganya. Lihat saja hampir setiap akhir pekan banyak warga yang bermain di taman kota tersebut.

Taman kota lainnya yang menarik banyak perhatian di media sosial atau media lainnya adalah teras Cikapundung. Taman kota di sisi sungai Cikapundung ini menarik antusiasme warga untuk mengunjunginya. Dengan sentuhan arsitek yang bagus, wilayah yang tadinya terlihat kumuh kini menjadi taman yang indah.

Sayangnya, pengelolaan taman kota tidak dibarengi dengan fasilitas umum lainnya seperti tempat parkir dan toilet umum. Banyak yang menyayangkan hal ini karena warga yang ingin menikmati kebersamaan dengan warga lainnya kadi terganggu karena minimnya fasilitas umum di taman kota.

Walaupun demikian, kehadiran taman kota-taman kota di Kota Bandung buat saya sangat patut diapresiasi karena tak membangun taman kota itu tak semudah membalikan tangan. Banyak sekali rintangan dan godaan kepada pelaksana yang melaksanakan proses konstruksi di lapangan. Untuk itu, sebagai warga kota yang baik, selayaknya kita menjaga aset Kota Bandung yang sangat berguna  sebagai bagian dari kepedulian kita terhadap lingkungan. 
Teras Cikapundung (dok. Iden Wildensyah) 

Sawah di Teras Cikapundung (dok. Iden Wildensyah) 




Share:

Selasa, Maret 22, 2016

Waanal Coffee Sebuah Hal Menarik di Timika

Waanal Coffee (iden wildensyah)
Matahari sudah terbenam beberapa menit yang lalu, di luar sudah tampak gelap. Beberapa tempat terang benderang oleh cahaya listrik. Malam di Timika, Papua sudah terasa. Suara binatang malam membunyikan kekhasan malam. Berbeda dengan kesunyian kampung, di kota Timika berdenyut seperti halnya kota-kota di Indonesia.
Di tengah gemerlap malam kota Timika ini ada sebuah kafe yang menawarkan kehangatan malam dalam secangkir kopi panas. Namanya Waanal Coffee. Terletak di sebuah ruko yang sekilas tidak terlihat ada kehidupan. Di bagian bawah terdapat sebuah bengkel kendaraan bermotor dan tepat di bagian atasnya berdiri Waanal Coffee. Tempat gaul yang sangat menarik di Kota Timika.
Interior ruangan yang sangat menarik, paduan warna klasik dengan suasana kafe sungguh membuat hangat ruangan. Demikian juga dengan tambahan ornament dan pernak-pernik menarik di dinding kafe membuat kafe ini terasa berbeda.
Ornamen di dinding kafe (iden wildensyah)
Kopi, yah, jangan ditanyakan rasanya. Berbagai jenis kopi ditawarkan di sini untuk memanjakan para pengunjung. Untuk penikmat kopi, banyak sekali pilihan kopi yang bisa diseduh. Seperti espresso, kopi tubruk, maciato, dan masih banyak lagi.
Buat anda yang suka travelling, jangan lewatkan kafe ini dari list kunjungan anda ke Timika.
Hmmm... yah everyday is a good day for coffee! Mari kita ngopi!

Despresso! (iden wildensyah)

Share:

Sabtu, Februari 27, 2016

Mencicipi Kopi Amungne


Musim hujan bulan Februari ini memang asyik dengan mencicipi kopi. Udara yang dingin dan secangkir kopi panas, cukup untuk menghangatkan sore atau pagi kita. Aroma kopi yang muncul dari secangkir kopi dihirup hidung perlahan sebelum diseruput, membuat semangat kembali meningkat.

Sensasi kopi selalu berbeda ditiap orang yang mencicipinya. Perbedaan karena asal kopi tersebut atau cara penyajiannya. Bandingkan rasa kopi dari Jawa Barat dengan Kopi dari Jawa Tengah, tentu akan terasa bedanya karena dipengaruhi oleh ketinggian wilayah, suhu udara, dan tanah.

Demikian halnya dengan penyajian, rasa kopi tubruk yang disajikan dengan cara diaduk langsung kopi dan gulanya kemudian dituangkan air panas ke dalam cangkir akan berbeda dengan kopi yang dituangkan misalnya dengan memakai vietnam coffee drip terlebih dahulu.

Indonesia termasuk negara dengan jenis kopi yang variatif dan perlu kita banggakan sebagai penikmat kopi. Nah, salah satu kopi terbaik dari Indonesia itu berasal dari Papua yaitu Kopi Amungne. Kopi yang ditanam di tanah Papua ini menjadi kebanggan tersendiri untuk masyarakat Papua. Di tanam di atas ketinggian 1.300 mdpl tentu memiliki rasa yang khas.

Amungne, mengingatkan saya pada Suku Amungne dan Kamoro. Keduanya adalah suku terbesar yang menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat PT Freeport Indonesia. Suku Amungne di dataran tinggi, sementara Suku Kamoro di dataran rendah. Perbedaan keduanya terlihat dari bentuk tubuhnya. Saya tahu perbedaan ini Pak Stefanus di Asrama Papua.

Suku Amungme adalah kelompok Melanesia terdiri dari 13.000 orang yang tinggal di dataran tinggi Papua Indonesia. Mereka menjalankan pertanian berpindah, menambahnya dengan berburu dan mengumpul. Amungme sangat terikat kepada tanah leluhur mereka dan menganggap sekitar gunung suci.

Kembali ke Kopi Amungne, kopi ini menjadi salah satu primadona produk binaan PT Freeport Indonesia. Tak salah jika menyebutnya sebagai primadona karena rasa kopi amungne memang berbeda dari kopi yang berasal dari daerah lain. Punya kekhasan pada rasa yang membuatnya terasa berbeda.

Waanal_Coffee di Timika
Share:

Rabu, Februari 10, 2016

Mendaki Gunung Bagi Kesehatan Tubuh

Di bumi ini, salah satu keajaiban dari ciptaan-Nya yang Maha Kuasa adalah pegunungan yang menjulang tinggi dan indah. Di bumi ini ada lebih dari puluhan ribu pegunungan dan gunung yang tersebar di berbagai benua dan pulau. Di Indonesia sendiri juga banyak sekali gunung, baik itu yang sering didaki, maupun yang belum pernah didaki.

Mendaki gunung merupakan salah satu kegiatan yang cukup digemari oleh beragam kalangan, baik itu kalangan pelajar, karyawan, pengusaha, bahkan masih ada lansia yang sanggup mendaki gunung. Di Indonesia sendiri, banyak sekali gunung yang bisa anda taklukan, mulai dari gunung yang mudah hingga gunung yang membutuhkan keterampilan khusus. Seperti memanjat tebing, kemampuan bertahan hidup dan keterampilan dalam mengatur stamina.

Mendaki gunung sendiri pada dasarnya memiliki berbagai macam manfaat. Tentu saja manfaat ini ada beberapa yang langsung dapat dirasakan, dan ada pula manfaat lainnya yang tidak dapat terlihat langsung. Apa saja manfaat mendaki gunung? Berikut ini diantaranya :

Inilah Mendaki Gunung Bagi Kesehatan Tubuh (dok. Iden Wildensyah)
1. Meningkatkan kapasitas kerja jantung dan paru-paru

Mendaki gunung memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Manfaat kesehatan dari mendaki gunung yang pertama adalah dapat meningkatkan kapasitas kerja dari jantung dan paru-paru. Dengan kata lain, mendaki gunung dapat memperkuat jantung dan paru-paru kita. Hal ini disebabkan oleh kegiatan mendaki gunung yang membutuhkan tenagA yang besar, yang akan membentuk kekuatan dari jantung dan paru-paru. Dengan meningkatnya kapasitas kerja dari organ tersebut, maka anda akan :

Memperkecil resiko serangan jantung dan stroke
Mengoptimalkan supali oksigen dan peredaran darah
Terhindar dari berbagai macam penyakit
2. Meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh

Manfaat mendaki gunung juga sangat baik untuk menjaga dan meningkatkan stamina serta daya tahan tubuh anda. dengan mendaki, maka anda pastinya membutuhkan stamina dan daya tahan tubuh yang lebih, sehingga dengan seringnya anda melakukan pendakian, daya tahan tubuh dan stamina anda akan tetap terjaga, dan malahan semakin meningkat.

3. Menjaga kesehatan tubuh

Mendaki juga dapat menjaga kesehatan tubuh. Selain karena kapasitas kerja jantung dan paru-paru yang meningkat, serta stamina dan daya tahan tubuh yang terjaga, mendaki gunung juga dapat menjaga kesehatan tubuh. Karena udara yang anda hirup masih jauh dari racun polusi udara yang ada di daerah perkotaan.

4. Memperkuat otot-otot kaki

Tidak dapat dipungkiri kegiatan mendaki yang bisa anda lakukan secara rutin, pastinya akan memperkuat otot kaki, dan juga dapat berpengaruh pada kekuatan tulang tulang anda, sehingga mampu memperkecil resiko terkena osteoporosis.

5. Sebagai media olahraga

Manfaat mendaki gunung bagi tubuh juga sebagai salah satu kegiatan untuk berolahraga, terutama bagi mereka yang senang dengan kegiatan-kegiatan di alam. Biasanya kegiatan olahraganya berupa berlari naik turun gunung.

6. Mendekatkan diri pada alam

Kegiatan mendaki biasanya dikaitkan dengan mendaki gunung. Biasanya, gunung memiliki lingkungan dan ekosistem yang masih alami dan indah. Sehingga bagi anda yang sedang mencari ketenangan dalam suasana alam, kegiatan mendaki sangatlah cocok bagi anda.

7. Memberikan pengalaman baru

Mendaki juga akan memberikan pengalaman baru bagi anda, baik itu pengalaman secara fisik, maupun pengalaman secara spiritual. Saat mendaki gunung, mungkin anda akan bertemu banyak hal yang tidak terduga, yang pastinya akan menambah pengalaman anda.

8. Menambah relasi dengan orang lain

Biasanya kegiatan mendaki dilakukan tidak sendirian. Dan apabila melakukannya sendirian, biasanya di tengah jalan pendakian anda akan bertemu dengan pendaki lain ketika sedang beristirahat. Hal ini lah yang akan membantu anda dalam menambah relasi dengan orang baru ketika mendaki.

9. Menurunkan berat badan

Ya, tentu saja manfaat mendaki gunung bagi kesehatan dapat menjadi salah satu metode olahraga paling ampuh untuk menurunkan berat badan. Hal ini disebabkan karena kalori yang terbakar ketika anda melakukan kegiatan pendakian sangatlah besar.

10. Sebagai pemuasan dari hobi

Beberapa orang menganggap mendaki merupakan hobi dan tujuan hidup. Jadi dengan mendaki berbagai gunung yang ada, hal ini akan sangat memuaskan kebutuhan diri mereka akan hobi dan tujuan hidup. Dengan tercapainya kepuasan, maka kualitas hidup seseorang akan menjadi lebih baik.

11. Menambah ilmu pengetahuan

Dengan mendaki, anda akan belajar mengenal alam, melalui tanda – tanda alam yang muncul, seperti arah angin, arah matahari, dan juga tanda – tanda lain seperti jejak binatang liar dan sebagainya. Dengan ini, maka ilmu pengetahuan yang anda miliki akan semakin bertambah dan dapat anda aplikasikan dalam kehidupan sehari – hari.

12. Belajar hidup secara mandiri

Dengan mendaki, itu berarti kita hanya akan mengandalkan perbekalan, insting dan juga kondisi alam sekitar kita untuk bertahan hidup, terutama ketika mendaki daerah-daerah yang cukup ekstrim. Maka dari itu, manfaat mendaki gunung dapat mengajarkan kita untuk belajar hidup mandiri dan bertahan tanpa bantuan teknologi canggih.

13. Membentuk mental dan pikiran yang kuat dan sehat

Mendaki juga sangat bermanfaat bagi pembentukan karakter, mental dan pikiran yang kuat serta tegas. Dalam mendaki dibutuhkan keahlian dalam hal pengelolaan insting, dan juga pengelolaan emosi yang baik. Dengan seringnya melakukan kegiatan mendaki, maka pengelolaan insting dan emosi akan terasah dengan baik, dan akan berpengaruh pada mental dan pikiran yang sehat dan kuat.

14. Relaksasi dan hiburan

Anda juga dapat memanfaatkan kegiana mendaki sebagai salah satu media dalam mencari relaksasi dan hiburan. Bagi anda yang sudah penat dengan kehidupan kota yang memberikan banyak tekanan, maka anda dapat mendapatkan relaksasi dan hiburan anda melalui kegiatan mendaki.

Itulah beberapa manfaat yang bisa anda peroleh dari kegiatan mendaki.perlu diingat, sebelum mendaki ada banyak hal yang harus disiapkan, antara lain :
  • Kesiapan fisik dan mental
  • Kesiapan logistik, peralatan mendaki dan perbekalan
  • Kondisi cuaca yang bersahabat
  • Lokasi pendakian yang harus sesuai dengan kemampuan dari pendaki
  • Niat dan juga berdoa untuk keselamatan

Share:

Kamis, Januari 28, 2016

Hal Menarik Di Lokasi Tambang Bawah Tanah PT Freeport Indonesia Dan Cerita Lainnya

Saya pernah mengunjungi sebuah pertambangan tradisional di sebuah daerah di Selatan Garut. Ketika itu sedang menjamur pertambangan emas rakyat karena ada cerita desas-desus dari satu mulut ke mulut lainnya tentang potensi emas di daerah tersebut. Saya penasaran dengan tambang bawah tanah yang mereka lakukan. Dengan peralatan sederhana kemudian saya memasuki sebuah lubang berdiameter 2 kali dengan pinggir kiri dan kanan diberi konstruksi dari kayu dan bambu agar tanah tidak longsor kemudian menutupi lubang tersebut. Hal tentu berbeda dengan cerita di lokasi tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia.
Di tambang tradisional yang terjadi adalah lutut ditekuk dan pergerakan antara satu penambang dengan penambang lainnya sangat terbatas. Untuk bisa melewati satu sama lain harus menyingkir atau menggeser badannya. Penerangan seadanya dari lampu kepala yang menempel di atas topi para penambang. Napas sesak, untuk yang punya penyakit asma tidak diperbolehkan memasuki areal pertambangan bawah tanah rakyat seperti ini. Fisik harus kuat karena medan yang sangat keras menuntut kesiapan fisik. Termasuk naik dan turun lubang pertambangan yang licin dan berbatu butuh keterampilan khusus.
Berbeda dengan tambang tradisional rakyat yang pernah saya datangi, di kawasan pertambangan bawah tanah PT Freeport Indonesia jauh lebih modern dan tingkat keselamatan yang tinggi membuat saya merasa aman selama memasuki kawasan pertambangan bawah tanah ini. Lebar dan tinggi lubang jauh berbeda dengan tambang bawah tradisional. Jelaslah sangat besar karena harus disesuaikan dengan ukuran mobil pengangkut material tambang. Batuan tambang yang sudah diledakan akan diangkut kemudian ke bagian pengolahan. Truk pengangkut ini bekerja hampir setiap saat.

tambang bawah tanah pt freeport indonesia
Suasana di lokasi tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia (iden wildensyah)
Kalau membayangkan lubang tikus, saya membayangkan sedang berada di lubang tikus raksasa. Jalinan antara satu jalur dengan jalur lainnya begitu rumit. Kalau anda sendirian berada di dalam ruangan bawah tanah tersebut, yakin tak akan bisa keluar dalam waktu satu sampai dua jam. Tapi jangan khawatir, di setiap sudut terpasang kamera pemantau yang siap melihat dan mengawasi segala pergerakan yang ada di bawah tanah. Termasuk pergerakan saya dan teman-teman yang dibawa dengan kendaraan khusus.

Hal menarik di tambang bawah tanah
1. Siang Atau Malam Tak Terasa
Peneranganan di pertambangan bawah tanah dilakukan setiap saat dengan menggunakan energy listrik  Penerangan dilakukan karena pencahayaan dalam tambang bawah tidak tidak ada. Nyaris tidak ada cahaya yang masuk kecuali menjelang mulut gua. Oh iya, energi ini juga menggerakan Kipas angin yang berputar di bagian salah satu lorong sebagai saluran pernapasan agar tidak pengap. Karena pencahayaan yang terus menerus dalam gelap membuat suasana di dalam tambang bawah tanah tidak terasa sebagai siang atau malam. Demikian menurut pengakuan seorang karyawan yang bekerja shift.
2. Masjid
Sebagai bagian dari penyeimbang antara kehidupan dunia dengan kehidupan spiritual, di dalam tambang bawah tanah disediakan masjid yang lumayan besar untuk menampung kebutuhan para pekerja yang hendak menunaikan sholat terutama untuk pekerja yang beragama Islam. Masjid ini bisa jadi masjid terbesar di dalam bawah tanah dan juga di ketinggian. Saat mencoba air wudlu-nya, dingin meresap sampai ke dalam kulit. Terasa menyegarkan dan sangat dingin seperti air dari dalam kulkas. Brrr..
3. Gereja
Selain masjid, di dalam tambang bawah tanah juga disedikan gereja untuk penganut agama Kristen. Saat saya tengok, ketika itu sedang tidak ada aktivitas karena bukan hari minggu, yah saya dating hari senin. Gereja ini seperti gereja-gereja pada umumnya. Sebuah mimbar dan tempat duduk untuk para jemaatnya.

Masjid Di Lokasi Pertambangan
Ada tiga hal yang penting untuk kebaikan manusia di dunia ini. Ketiganya sangat penting karena satu sama berhubungan dan akan menjadi kebaikan untuk manusia itu sendiri. Jika hubungan ketiganya baik, bisa dikatakan sebagai manusia ia memiliki kehidupan yang baik pula. Ketiga hal tersebut adalah hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan Tuhan adalah hubungan yang harus menjadi utama dalam kehidupan manusia. Hubungan yang mutlak karena jika manusia melupakan salah satu dari ketiganya maka ia akan hidup tanpa keseimbangan. Untuk hidup manusia akan bekerja, dalam pekerjaan ini manusia harus tetap ingat kepada Tuhan. Karena segala sesuatunya bersumber dari Tuhan.
Pentingnya membangun keseimbangan ini dipahami begitu penting oleh PT Freeport Indonesia dengan menyediakan fasilitas yang baik dan mendukung. Di Tembagapura, semua fasilitas untuk membangun kebaikan manusia dibangun dengan baik seperti fasilitas umum, social, dan keagamaan. Demikian juga di lokasi pertambangan saya bersyukur bisa melihat langsung 3 sarana keagamaan yang baik, bersih, dan terjaga.
Setidaknya ada 3 masjid menarik yang saya temui di lokasi pertambangan. Sebenarnya kalau dihitung lebih detail bisa jadi lebih banyak juga. Misalnya ditambahkan dengan masjid di Tembagapura saja jumlahnya bertambah jadi 4.
Inilah masjid-masjid yang berhasil saya rekam dalam catatan ini.
1. Masjid Di Tambang Bawah Tanah
Masjid ini bernama Masjid Ash-Haabul Kahfi yang diambil dari kisah tiga pemuda yang terjebak dalam gua karena diselamatkan oleh Allah SWT dan saat keluar semua sudah berubah. Kisah ini tentang kebaikan kepada orang lain yang dilakukan oleh tiga pemuda kemudian membuat gua terbuka dan mereka bisa kembali bertemu dengan masyarakat di kota tempat tinggalnya. Masjid ini berada di kedalaman tanah di lokasi tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia.
2. Masjid  Di Ketinggian
Masjid di ketinggian ini bisa jadi merupakan masjid tertinggi di Indonesia karena berada di ketinggian lebih dari 2.500 Meter di atas permukaan laut. Namanya masjid Masjid Al-A'raf adalah merupakan masjid tertinggi di Indonesia.
3. Masjid di lokasi pabrik pengolahan mineral
nah satu lagi masjid yang saya temui adalah masjid di lokasi pengolahan mineral. Batuan yang sudah ditambang kemudian dialirkan ke lokasi pengolahan mineral agar berpisah antara mineral yang dibutuhkan dengan mineral sisa tambang yang kemudian menjadi pasir sisa tambang. Masjid di sini namanya masjid At Taqwa.
Masjid Tertinggi di Indonesia (iden wildensyah)
Masjid Tertinggi di Indonesia
Baiklah, salah satu yang menarik untuk saya adalah fakta masjid tertinggi di Indonesia ada di kawasan tambang PT Freeport Indonesia. Masjid Al-A'raf yang terletak sekitar 3.725 meter di atas permukaan laut merupakan masjid yang tertinggi di Indonesia.
Mari kita lihat ketinggian lainnya sebagai pembanding. Pertama pegunungan tertinggi di Indonesia adalah Jaya Wijaya di Papua dengan nama puncaknya puncak Jaya. Puncak Jaya atau Gunung Jaya ialah sebuah gunung yang terdapat di provinsi Papua, Indonesia. Puncak Jaya mempunyai ketinggian setinggi 4.884 mdpl sehingga terdapat salju di puncaknya. Gunung ini terletak di Barisan Sudirman.
Gunung ini dulu pernah bernama Poentjak Soekarno dan merupakan gunung tertinggi kedua di Asia Tenggara (setelah Gunung Kinabalu, Kalimantan). Puncak Jaya adalah salah satu dari Tujuh Puncak Utama dunia". Sementara Gunung Kerinci (3.805 m) di Jambi adalah gunung tertinggi di Sumatra, yang kedua di Indonesia dan gunung berapi tertinggi di Indonesia. Dan Gunung Rinjani (3.726 m) di Lombok merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia.
Dengan data ini, dapat disimpulkan bahwa masjid Al A’raf di ketinggian 3.725 Mdpl bisa dikategorikan sebagai masjid tertinggi di Indonesia sampai saat ini. Kecuali misalnya ada yang membangun masjid di puncak Gunung Kerinci.
Masih ada sebenarnya masjid-masjid yang lainnya tetapi tiga masjid itulah yang menarik perhatian saya. Semoga saja kehadiran masjid-masjid ini semakin meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Jangan sampai banyak masjid tetapi saat adzan berkumandang tak ada aktivitas ibadah seperti fenomena di beberapa kota di Indonesia.
Share:

Selasa, Januari 19, 2016

Deepak Chopra: Kita Adalah Bagian Dari Irama Alam Semesta

Selama beberapa pertemuan, studygroup di Jagad Alit Waldorf membahas tentang ritme. Apa itu ritme? Bagaimana kita mengikuti ritme harian, mingguan, bulanan, dan tahunan. Ritme sangat penting untuk kita semua. Untuk orangtua, pemahaman ritme di rumah ini berguna dalam membangun sikap disiplin dalam diri anak. Ritme juga membuat orangtua bisa mengetahui jika ada sesuatu yang salah pada anak, misalnya anak sakit karena telat makan, anak sakit karena tidak bermain di luar ruangan, dan masih banyak lagi hal penting untuk orangtua dalam mendidik anak di rumah.
Bukan hanya untuk orangtua, ritme juga penting untuk guru di sekolah. Mengatur jadwal harian, bulanan, dan tahunan untuk anak didiknya agar bisa selaras satu sama lain. Guru bisa tahu anak-anak yang terganggu ritme di sekolahnya atau di rumahnya misalnya dengan tiba-tiba jadi banyak melakukan kegiatan menarik perhatian teman-temannya atau anak jadi malas-malasan di sekolah.
Nah, masih banyak lagi hal positif jika kita bisa memahami ritme ini dan melaksanakannya atau melakukan semua hal dengan ritme yang baik. Kesehatan tubuh kita berhubungan dengan ritme ini. Sehingga siapapun yang ingin sehat jiwa dan raga, memahami ritme ini menjadi sangat penting. Di bawah ini saya lampirkan sebuah tulisan dari Deepak Chopra tentang ritme.
Hidup Selaras Alam (iden wildensyah)
Kita Adalah Bagian Dari Irama Alam Semesta
Oleh Deepak Chopra
Tubuh kita, pikiran kita, emosi kita – segala sesuatu dalam fisiologi kita adalah berubah waktu ke waktu, tergantung pada waktu hari, siklus bulan, bahkan musim pasang dan surut. Tubuh kita adalah bagian dari alam semesta, dan segala sesuatu yang terjadi di alam semesta pada akhirnya mempengaruhi fisiologi tubuh kita. Ritme biologis adalah ekspresi dari ritme bumi dalam hubungannya dengan seluruh alam semesta, dan ada empat irama – irama harian, irama pasang surut, irama bulanan atau lunar dan irama tahunan atau musiman – adalah dasar dari semua irama dalam kita tubuh.
Ketika Bumi berputar pada porosnya, kita mengalami siklus 24-jam siang dan malam yang kita sebut ritme sirkadian. Ritme ini didasarkan pada peputaran bumi, dan segala sesuatu dalam tubuh kita, adalah bagian dari Bumi, juga berputar dan mengikuti irama Bumi. Ketika ritme biologis ini terganggu oleh perjalanan jarak jauh, misalnya, kita mengalami jet lag. Atau jika kita bekerja shift malam, kita akan merasa tidak nyaman meskipun kita telah beristirahat pada siang harinya, ini karena ritme biologis kita tidak selaras dengan irama kosmik. Bahkan pengalaman subyektif memberitahu kita bahwa pada waktu tertentu dalam satu hari kita merasa lapar, sementara di lain waktu hari kita merasa mengantuk. Kita mengetahui bahwa kita cenderung merasa ada satu kecenderungan pada pukul empat sore dan kecenderungan lain pada pukul empat pagi.
Irama pasang surut juga memiliki efek pada fisiologi kita. Ritme ini adalah hasil dari pengaruh gravitasi dari matahari, bulan dan bintang-bintang di galaksi yang jauh terhadap lautan di planet Bumi. Kita memiliki lautan dalam diri kita yang mirip dengan lautan di planet kita. Lebih dari 60 persen dari tubuh kita adalah air, dan lebih dari 60 persen dari planet kita adalah air. Jadi kita juga mengalami air surut dan air pasang, dan pasang surut ini mengalir dalam fisiologi kita sendiri. Ketika kita merasa kurang sehat, tubuh kita sedang tidak selaras dengan alam semesta. Meluangkan waktu berada dekat lautan, atau di mana saja di alam, dapat membantu kita untuk mensinkronisasi irama kita dengan irama alam.
Irama lunar adalah siklus dua puluh delapan-hari yang terjadi sebagai akibat dari gerakan bumi, matahari dan bulan dalam hubungannya satu sama lain. Irama ini adalah bukti saat muncul dan lenyapnya bulan. Kita melihat bulan purnama, bulan setengah, tidak ada bulan lalu siklus dimulai lagi. Kesuburan manusia dan menstruasi adalah contoh yang baik dari irama bulan ini, dan ada banyak siklus 28-hari lainnya. Ketika saya masih bekerja sebagai seorang dokter di ruang gawat darurat, kita sering menghadapi pasien dengan masalah tertentu yang tergantung pada waktu hari dan siklus bulan.
Ketika Bumi bergerak mengelilingi matahari, kita mengalami irama musiman yang menyebabkan perubahan biokimia yang berbeda dalam pikiran-tubuh. Jadi kita lebih cenderung jatuh cinta pada musim semi atau mengalami depresi di musim dingin. Orang-0rang dengan kondisi tertentu yang dikenal sebagai gangguan afektif musiman mengalami depresi di musim dingin, tetapi merasa lebih baik ketika dibawa pada sinar matahari. Perubahan musim tidak hanya mempengaruhi biokimia tubuh manusia, mereka mempengaruhi biokimia pohon, bunga, kupu-kupu, bakteri dan segala sesuatu di seluruh alam.
Ketika Bumi berada miring pada porosnya di musim semi, bunga bermekaran, tupai tanah keluar dari tanah, burung bermigrasi, ikan kembali ke tempat asal dan ritual kawin dimulai. Orang-orang tergerak untuk menulis puisi, pecinta menyanyikan lagu-lagu, dan tua dan muda jatuh cinta. Irama musiman ini mempengaruhi kita secara biologis, mental, emosional, dan semuanya berhubungan dengan kondisi antara bumi dengan matahari.
Ada siklus dan irama lain yang berfluktuasi selama beberapa detik, dan ada irama yang berlangsung dari tiga puluh menit hingga 28 jam yang disebut ritme ultradian. Itu adalah siklus di dalam siklus, dan itu sangat rumit, tapi itu semua satu simfoni. Semua ritme ini menciptakan simfoni alam semesta, dan tubuh-pikiran selalu berusaha untuk melakukan sinkronisasi irama dengan irama universal. Untuk memisahkan tubuh-pikiran dari kosmos adalah ketidak mampuan kita melihat segala sesuatu sebagaimana yang sebenarnya. Tubuh-pikiran adalah bagian dari pikiran yang lebih besar; itu bagian dari kosmos, dan kosmis menghasilkan irama perubahan yang mendalam dalam fisiologi kita. Alam semesta sesungguhnya adalah sebuah simfoni dari bintang-bintang. Dan ketika tubuh-pikiran kita selaras dengan simfoni ini, semuanya menjadi spontan dan mudah, dan kegembiraan alam semesta mengalir melalui kita dalam ekstasi kegembiraan.
Ketika irama-pikiran dan tubuh kita selaras dengan irama alam, ketika kita hidup harmonis dengan kehidupan, kita hidup dalam keadaan berkelimpahan. Untuk hidup dalam kasih karunia adalah untuk mengalami keadaan kesadaran di mana hal-hal mengalir dengan mudah dan keinginan kita dengan mudah terpenuhi. Keanggunan ini adalah ajaib, sinkronistis, kebetulan, menyenangkan. Ini adalah faktor keberuntungan. Tetapi untuk hidup dalam kasih karunia ini kita harus membiarkan intelijensi alam mengalir melalui kita tanpa campur tangan.
Secara teoritis, jika kita benar-benar selaras dengan alam semesta, jika kita benar-benar selaras dengan iramanya, dan jika kita telah memiliki nol stres, maka akan sangat sedikit entropi dalam tubuh kita. Tubuh kita tidak akan menua jika kita benar-benar mensinkronkan dengan siklus alam semesta. Jika mengalami entropi, itu akan ada pada skala alam semesta, yang merupakan siklus kosmik atau waktu ribuan tahun. Tapi tubuh-pikiran kita bisa tidak sepenuhnya selaras dengan irama alam semesta, dan mengapa tidak? Stres. Anda lihat, segera setelah kita memiliki sebuah pikiran, pikiran apapun, itu akan mengganggu kecenderungan bawaan dari ritme biologis untuk melakukan sinkronisasi dengan irama universal.
Bagaimana kita bisa mengganggu kecerdasan alam? Dalam istilah spiritual, kita dapat mengatakan bahwa kita mengganggu irama kita ketika kita mengidentifikasi dengan citra diri kita dan batin kita kehilangan diri, ketika kita kehilangan rasa hubungan dengan jiwa kita, sumber kita. Dalam istilah yang lebih umum, kita dapat mengatakan bahwa kita mengganggu irama ini ketika kita mulai khawatir, ketika kita mulai mengantisipasi masalah, ketika kita mulai berpikir, “Apa yang salah?” Ketika kita mencoba mengendalikan segala sesuatu, ketika kita merasa takut, ketika kita merasa terisolasi – semua hal ini mengganggu aliran kecerdasan alam. Setiap kali kita merasakan perlawanan, kapan saja kita merasa ada sesuatu yang salah, kapan saja kita merasa frustrasi, kapan saja ada terlalu banyak usaha, maka kita sedang tidak berhubungan dengan sumber kita, bidang kesadaran murni yang bermanifestasi sebagai kemungkinan tak terbatas dari alam semesta. Keadaan ketakutan adalah keadaan rasa keterpisahan, ini adalah perlawanan terhadap apa yang ada. Jika kita tidak memiliki perlawanan, maka itu semua terjadi dengan spontan, mudah tanpa upaya.
Tubuh kita terus-menerus berbicara kepada kita melalui sinyal kenyamanan dan ketidaknyamanan, kesenangan dan rasa sakit, tarikan dan tolakan. Ketika kita mendengarkan nuansa halus sensasi dalam tubuh kita, kita sedang mengakses kecerdasan intuitif kita. Kecerdasan ini kontekstual, relasional, memelihara, holistik dan bijaksana. Kecerdasan intuitif lebih akurat dan presisi dari yang ada di alam pikiran rasional. Intuisi bukanlah pikiran, itu adalah bidang non-lokal informasi kosmis yang berbisik kepada kita dalam keheningan diantara pikiran kita. Jadi, ketika kita mendengarkan kearifan tubuh kita, ketika kita menjadi sadar akan sensasi dalam tubuh kita, kita akan tahu seluruh kosmos, karena seluruh kosmos bisa dialami sebagai sensasi dalam tubuh kita.
Ketika kita dalam kondisi tidak selaras dengan irama universal, sinyal yang datang kepada kita adalah rasa tidak nyaman, apakah itu fisik, mental atau emosional. Ketika kita mengalir selaras dengan alam semesta, sinyal yang datang kepada kita adalah rasa nyaman, kemudahan atau sukacita. Pada kenyataannya, sensasi ini adalah suara roh, yang berbicara kepada kita pada perasaan murni di dalam tubuh kita. Ketika kita menyediakan tubuh kita untuk mendengarkan ke dalam, kita akan mendengar suara roh, karena tubuh kita adalah sebuah bio-komputer yang terus-menerus tersambung ke jiwa kosmik. Tubuh kita memiliki kemampuan komputasi yang dapat langsung memperhitungkan rincian tak terhingga yang menciptakan setiap peristiwa dalam hidup kita.
Setelah mengetahui semua ini, mengapa Anda tidak memperlakukan tubuh Anda dengan rasa hormat dan mengurusnya? Pelihara tubuh Anda dengan perhatian yang penuh kasih. Lepaskan semua pembatasan dan kekakuan dalam kesadaran Anda sehingga tubuh Anda dapat bersantai kembali ke dalam irama alam semesta. Jika Anda memperhatikan irama dan siklus pikiran-tubuh Anda, dan jika Anda menjadi lebih akrab dengan irama kosmik, Anda akan melihat bahwa Anda dapat melakukan sinkronisasi irama tubuh Anda dengan irama alam semesta. Anda tidak harus menjadi seorang ahli, hanya memberi sedikit perhatian pada hal ini. Perhatikan bagaimana perasaan Anda pada waktu yang berbeda pada hari dan pada waktu yang berbeda dari bulan tergantung pada siklus bulan. Lihatlah ke langit, dan mengamati siklus bulan. Jika Anda melihat surat kapar, periksa kapan air laut pasang dan surut. Rasakan tubuh Anda dan lihat bagaimana hal ini berkaitan dengan masing-masing musim. Memahami ritme ini dapat membantu Anda, tapi informasi berikut ini adalah semua yang harus Anda ingat.
Antara jam enam dan jam sepuluh pagi hari dan antara jam enam dan jam sepuluh di malam hari adalah ketika tubuh Anda hipo metabolik, atau pada fase terendah metabolisme. Cobalah untuk meluangkan waktu hening sejenak sekitar jam enam di pagi hari dan jam enam di malam hari. Idealnya ini adalah waktu yang terbaik untuk bermeditasi di awal fase ini dan untuk berolahraga di tengah fase ini terutama jika Anda ingin melakukannya untuk menurunkan berat badan.
Antara jam sepuluh pagi hingga jam dua di sore hari adalah ketika metabolisme berada pada titik tertinggi. Ini adalah waktu untuk makan terbesar Anda, karena tubuh Anda akan memetabolisme makanan jauh lebih baik. Antara jam dua dan jam enam di sore hari adalah saat yang tepat untuk aktif, untuk belajar keterampilan mental baru atau untuk melakukan kegiatan fisik. Antara jam dua dan enam pagi adalah waktu yang baik untuk bermimpi.
Sekitar jam enam di malam hari, dan sebaiknya sebelum matahari terbenam, adalah saat yang tepat untuk makan malam. Itu adalah waktu terbaik makan malam dengan makanan yang ringan, dan memiliki setidaknya interval dua sampai tiga jam antara makan malam dan tidur. Kemudian cobalah untuk tidur sekitar jam sepuluh atau 10.30 pada malam hari, dan Anda akan memiliki tidur yang ideal dan mimpi yang dalam.
Ini adalah saran yang sangat mendasar, tapi begitu kita memulai untuk menyinkronkan ritme kita dengan irama kosmik, tubuh akan terasa sangat berbeda. Kita akan merasa begairah,tanpa merasakan lelah. Kita akan merasakan lebih banyak energi subyektif. Kita mulai mengalami kondisi kesadaran di mana segala sesuatu dalam hidup kita kemudian mengalir dengan mudah. Kesehatan yang baik bukan hanya tidak adanya penyakit, namun merupakan sukacita yang harus ada di dalam diri kita sepanjang waktu. Ini adalah keadaan kebahagiaan positif, yang tidak hanya secara fisik tapi juga secara emosional, psikologis dan akhirnya bahkan spiritual. Teknologi tidak akan membuat kita sehat. Apa yang akan membuat kita sehat harus selaras dengan kekuatan alam semesta, merasakan bahwa tubuh kita adalah bagian dari tubuh alam semesta, yang selalu berkomunikasi dengan alam, berkomunikasi dengan jiwa kita dengan selalu meluangkan waktu dalam keheningan dan kesendirian.
Lautan dan sungai-sungai di planet kita adalah darah kehidupan yang beredar di dalam jantung kita dan di dalam tubuh kita. Udara adalah nafas suci kehidupan yang memberikan energi bagi setiap sel dalam tubuh kita sehingga bisa hidup dan bernafas dan berpartisipasi dalam tarian kosmos. Untuk mengetahui bahwa kita adalah bagian dari bumi ini, untuk mengetahui bahwa kita tidak terpisahkan dari kosmos, adalah dengan memiliki pengalaman sukacita, pengalaman keterhubungan dengan segala sesuatu. Ini adalah pengalaman penyembuhan, ini adalah pengalaman seluruh keberadaan. Dan untuk menjadi utuh adalah dengan hidup dalam kasih karunia.


Share:

Sabtu, Januari 16, 2016

Pembangunan Berkelanjutan dan Keberlanjutan Ekologi

Bila membanding masalah lingkungan dengan masalah sosial, rasanya orang lebih tertarik untuk menelaah, mengikuti sampai ikut-ikutan menganalisis masalah sosial dari pada masalah-masalah lingkungan hidup. Bila dilihat unsur kedekatan, sebetulnya masalah lingkungan hidup itu lebih dekat dari pada masalah sosial semacam kesenjangan sosial, kemiskinan atau kelaparan. Hal ini karena hampir kebanyakan titik masalah sosial sedikit banyak berawal dari masalah lingkungan hidup.

Ambilah salah satu contohnya masalah sampah, masalah sampah berkaitan dengan masalah perilaku dan kepedulian untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Dari masalah sampah ini bisa timbul masalah yang lebih besar lagi semacam masalah banjir. Masalah air, akan berkaitan erat dengan kesenjangan sosial lalu mengerucut pada masalah konservasi sumber daya air, lahan dan daerah resapan. Keterkaitan satu sama lain dari masalah lingkungan ini dikarenakan masalah lingkungan adalah masalah bersama dalam satu lingkaran ekologi, ketika salah satu komponen ekologi terganggu, maka dalam satu lingkaran tersebut akan terkena dampaknya.

Menyangkut masalah lingkungan ini, terutama kaitannya dengan sumber daya air. Beberapa pekan yang lalu media massa hangat membicarakan Kawasan Bandung Utara oleh semua stake holders yang peduli lingkungan, NGO, legislatif, eksekutif dan masyarakat. Secara umum keterkaitan isu lingkungan di sana adalah dampak pembangunan yang tidak bisa dibeli dengan uang. Ambilah salah satu contohnya kasus bila kita kekurangan air karena cadangan air tanah sudah semakin berkurang. Sejauh ini, dampak lingkungan akibat pembangunan yang merugikan masyarakat belum bisa digantikan dengan uang.
 
Pembangungan Berkelanjutan dan Keberlanjutan Ekologi (iden wildensyah)
Ketersediaan lahan dengan kualitas lingkungan berbanding lurus. Coba bandingkan antara kawasan yang penuh dengan pepohonan dengan kawasan yang jarang pepohonan. Akan tampak jelas sekali perbedaan kualitas diantara keduanya. Hal ini dipengaruhi oleh interaksi simbiosis mutualisme antara pepohonan dengan lingkungan sekitar, manusia salah satu contohnya. Dari proses fotosintesis akan tampak jelas hubungan positif tersebut, pohon melepaskan O2 yang dibutuhkan manusia untuk bernafas dan manusia melepaskan CO2 yang berguna bagi proses fotosintesis tersebut.

Banyaknya ruang terbuka hijau memungkinkan mahluk hidup dalam lingkaran ekologi untuk hidup dengan kualitas lingkungan yang sehat. Sebaliknya sedikitnya ruang terbuka hijau akan menyebabkan mahluk hidup berada dalam kondisi dengan kualitas lingkungan yang jelek.

Pembangunan Berkelanjutan

Sejak tahun 1980-an agenda politik lingkungan hidup mulai dipusatkan pada paradigma pembangunan berkelanjutan. mula pertama istilah ini muncul dalam World Conservation Strategy dari Lester R Brown, The International Union For The Conservation Of Nature (1980), lalu dipakai oleh dalam buku Building A Sustainable Society (1981), istilah yang kemudian menjadi sangat populer melalui laporan Brundtland, Our Common Future (1987). Paradigma pembangunan berkelanjutan diterima sebagai sebuah agenda politik pembangunan untuk semua negara didunia pada tahun 1992 dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) Bumi di Rio De Janeiro, Brasil namun hingga kini paradigma tersebut tidak banyak diimplementasikan bahkan masih belum luas dipahami dan diketahui, ini bukan saja terjadi di Indonesia melainkan juga ditingkat global.

Salah satu sebab dari kegagalan mengimplementasikan paradigma tersebut adalah paradigma tersebut kurang dipahami sebagai prinsip - prinsip kerja yang menentukan dan menjiwai seluruh proses pembangunan. paradigma ini tidak dipahami sebagai berisi prinsip pokok politik pembangunan itu sendiri. pada akhirnya cita - cita yang dituju dan ingin diwujudkan dibalik paradigma tersebut  tidak tercapai karena prinsip politik pembangunan yang seharusnya menuntun pemerintah dan semua pihak lainnya dalam merancang dan mengimplementasikan pembangunan tidak dapat dipenuhi.

Cita - cita dan agenda utama pembangunan berkelanjutan tidak lain adalah upaya untuk mensinkronkan, mengintegrasikan dan memberi bobot yang sama bagi tiga aspek utama pembangunan yaitu aspek ekonomi, aspek sosial budaya dan aspek lingkungan hidup. karena itulah gagasan dibalik itu bahwa pembangunan ekonomi, sosial budaya dan lingkungan hidup harus dipandang sebagai terkait erat satu sama lain, sehingga unsur - unsur dari kesatuan yang saling terkait ini tidak boleh dipisahkan atau dipertentangkan satu dengan yang lainnya yang mau dicapai dengan pembangunan berkelanjutan adalah menggeser titik berat pembangunan dari hanya pembangunan ekonomi menjadi juga mencakup pembangunan sosial budaya dan ekologi lingkungan hidup.

Dengan kata lain yang ingin dicapai disini adalah sebuah integrasi pembangunan sosial budaya dan pembangunan lingkungan hidup kedalam arus utama pembangunan nasional agar kedua aspek tersebut mendapat perhatian yang sama berharga dengan aspek ekonomi. pembangunan aspek sosial budaya dan lingkungan hidup tidak boleh dikorbankan demi dan atas nama pembangunan ekonomi.

Keberlanjutan Ekologi

Arus pembangunan berkelanjutan di Indonesia seiring juga dengan arus kerusakan lingkungan, ambilah salah satu contohnya kasus Ladia Galaska yang menghancurkan ribuan hektar hutan di Leuseur serta terganggunya habitat asli dan semakin maraknya illegal logging dari jalur bukaan hutan. ini tentunya juga bukan tanpa alasan pembangunan jalan ini di bangun, akan tetapi laju kerusakan yang parah ini menjadi catatan tersendiri dari dampak pembangunan itu.

Dalam hal ini kritik terhadap pembangunan berkelanjutan juga diungkapkan oleh Arne Naess seorang filsuf Norwegia yang mengenalkan pemahaman etika lingkungan yang dikenal dengan deep ecology.  Dia menawarkan apa yang disebut sebagai keberlanjutan ekologi yang luas sebagai ganti dari pembangunan berkelanjutan. Keberlanjutan ekologi ini akan dicapai kalau benar- benar dilakukan perubahan mendasar dalam kebijakan politik ekonomi menyangkut pertumbuhan ekonomi dan gaya hidup masyarakat yang konsumtif. Bahkan keberlanjutan ekologi ini akan dicapai pada level global kalau kebanyakan ditingkat global benar-benar melindungi kekayaan dan keanekaragaman bentuk - bentuk kehidupan di planet ini.

Paradigma berkelanjutan ekologi menuntut sebuah perubahan mendasar dalam kebijakan  nasional yang memberi prioritas pada kelestarian bentuk-bentuk kehidupan di planet ini, demi mencapai keberlanjutan ekologi. Jadi yang menjadi sasaran utama bukan pembangunan itu sendiri melainkan mempertahankan dan melestarikan ekologi dan kekayaan bentuk-bentuk kehidupan didalamnya. ini harus menjadi komitmen politik pembangunan nasional, kalau tidak kehancuran lingkungan dan ancaman bagi kehidupan manusia di planet ini semakin tidak teratasi.

Penutup

Konteks pembangunan berkelanjutan maupun keberlanjutan ekologi adalah dua alternatif yang bisa dipilih untuk diterapkan  di Indonesia karena keduanya mempunyai sasaran yang sama, integrasi ketiga aspek yaitu aspek pembangunan ekonomi, aspek sosial budaya dan aspek lingkungan hidup. bedanya, titik berat pembangunan berkelanjutan memusatkan pada pembangunan ekonomi sambil memberi perhatian pada secara proporsional pada kedua aspek lain sementara keberlanjutan ekologi mengutamakan peletarian ekologi dengan tetap menjamin kualitas kehidupan ekonomi dan sosial budaya bagi masyarakat setempat dengan jaminan konsekuen dilaksanakan sesuai komitmen untuk menjamin ketiga aspek tersebut secara proporsional keduanya tidak akan menjadi masalah dalam paradigma pembangunan ini.

Untuk menghindari jebakan developmentalisme, paradigma berkelanjutan ekologi tentu lebih menarik karena dengan ini kita bisa melestarikan ekologi dan sosial budaya masyarakat demi menjamin kualitas kehidupan masyarakat yang lebih baik



Share:

Postingan Populer