Ruang Sederhana Berbagi

Selasa, November 27, 2007

doa seorang ayah


Do'a Seorang Ayah

Tuhanku...
jadikan anakku seorang yang cukup kuat mengetahui kelemahan dirinya dan tetap berani menghadapi dikala ia takut
yang tetap bangga dan tidak hancur dalam menghadapi kekalahan serta tetap rendah hati dalam kemenangan.
Tuhanku...
jadikan anakku seorang yang percaya akan adanya engkau dan mengenal dirinya sebagai dasar segala pengetahuannya
Ya Tuhanku..
bimbinglah ia bukan dijalan yang gampang dan tanpa rintangan tetapi dijalan yang penuh tekanan, tantangan dan kesukaran
ajarilah ia agar sanggup berdiri tegak ditengah badai dan belajar mengasihi mereka yang tidak berhasil
Ya Tuhanku..
Jadikanlah anakku seorang yang berhati suci, bercita -cita luhur, sanggup mencintai dirinya sebelum mencintai orang lain dan mampu mengejar masa depan tanpa melupakan masa lalu.
Sesudah semuanya telah membentuk dirinya aku mohon juga Ya Tuhan, berilah ia sedikit rasa humor sehingga menjadi orang yang bersunguh-sungguh tetapi tidak berlebihan dan berilah ia kerendahan hati
Kesederhanaan dan kesabaran ini semua Ya Tuhan..
Hanya ada dalam kekuatan dan keagungan diriMu dan jika itu telah Kau kabulkan,Tuhanku..
Maka beranilah aku sebagai ayahnya berkata "hidupku tidak sia-sia"
( Jendral Douglas Mc Arthur )

Share:

aku menulis lagi


Menulislah...!!
bagiku menulis adalah aktualisasi ide, ya siang tadi aku ketemu seorang teman, dia menanyakan bagaimana aku menulis, bagaimana mengawalinya? aku jawab ringan saja, pada dasarnya setiap orang punya kemampuan menulis, hanya budaya lisan sudah mengakar hingga menulis menjadi sulit untuk dilakukan. seperti halnya berdiskusi dengan orang lain, menulis juga adalah kumpulan dari argumentasi-argumentasi yang tersusun rapi dalam kerangka yang kuat, kokoh dan tajam. kalau bahasa jurnalistiknya faktual dan aktual. btw menulis juga adalah proses bertanggungjawab, ketika sebuah argumen atau ide atau pendapat harus bisa dipertanggungjawabkan secara moril pada tuhan dan pada manusia tentunya. terlepas dari norma-norma dan aturan, menulis pada awalnya adalah sebuah aliran kata-kata yang keluar begitu saja, lalu setelah mengalir otak kita baru berperan. seperti halnya aliran air, bila tidak dikendalikan maka ia akan mengalir kesana-kesini. untuk mengarahkannya kita butuh proses berfikir, bukan hanya sekedar menulis.
Share:

Rabu, November 14, 2007

kodrat

Kodrat dan Takdir Manusia

Kodrat adalah 1. kekuasaan (Allah); kodrat dan iradat Tuhan, kekuasaan dan kehendak Tuhan; 2. kuasa;kekuatan; berjuang bertingkat-tingkat menurut kodrat; kodrat alam, a kekuatan alam, b. hukum alam; 3 sifat (tabiat dsb) yang asli; sifat bawaan. ((Kamus Umum Bahasa Indonesia, hal 605 W.J.S.Poerwadarminta. Balai Pustaka 2006)

Takdir adalah yang sudah lebih dahulu ditentukan oleh Allah; keputusan Allah (Kamus Umum Bahasa Indonesia, hal 1184 W.J.S.Poerwadarminta. Balai Pustaka 2006)

Takdir adalah suatu ketetapan akan garis kehidupan seseorang. Setiap orang lahir lengkap dengan skenario perjalanan kehidupannya dari awal dan akhir. Hal ini dinyatakan dalam Qur'an bahwa segala sesuatu yang terjadi terhadap diri seorang sudah tertulis dalam induk kitab. Namun pemahaman seperti ini tidak bisa berdiri sendiri atau belum lengkap, karena dengan hanya memahami seperti tersebut diatas dapat menyebabkan seseorang bingung untuk menjalani hidup dan mensikapinya. Disatu sisi seseorang

Takdir berarti kepastian atau ketentuan. Yaitu suatu ketentuan yang telah ditetap Allah SWT kepada setiap hambaNya.

Ada yang namanya Takdir Mubram yaitu suatu ketentuan yang bersifat pasti dan tak dapat dirubah oleh siapapun, seperti : Manusia pasti mati, dan ada yang namanya Takdir Muallaq, yaitu suatu ketentuan berdasarkan situasi dan kondiri, seperti : Kalau seseorang itu rajin belajar, maka ia akan pandai, tapi jika ia malas, maka ia akan bodoh. orang yang rajin bekerja, ia akan kaya, tapi yang malas berusaha, ia akan miskin (www.id.wikipedia.com)

Filsafat Ilmu

Iden Wildensyah (250320070012)

Share:

Jumat, November 02, 2007

dari PR yang lalu

Sehari tanpa Kendaraan Bermotor

Iden Wildensyah
Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Lingkungan,
Universitas Padjadjaran

SEJENAK setelah kita melaksanakan aktivitas rutin memakai kendaraan setiap hari dari rumah, kantor, kampus, hari ini baiknya kita coba untuk mengurangi kadar polusi di Kota Bandung dengan melaksanakan kegiatan tanpa kendaraan pribadi. Tingkat polusi udara yang tinggi menyebabkan berbagai dampak yang mengerikan.

Hasil studi yang dilakukan di beberapa ruas jalan di Kota Bandung menunjukkan, komposisi asam sulfat (SO4) dan asam nitrat (NO3) mencapai 30% dari total debu di udara. Hal ini menyebabkan, hujan yang turun di Kota Bandung menjadi hujan asam. Studi tersebut juga mengidentifikasi komposisi kimia di dalam partikel seperti timbal (Pb), arsenik (As), amonium (NH4), dan logam berat lainnya. Sumber-sumber pencemar antara lain industri dan transportasi.

Prof. Dr. Otto Soemarwoto dalam satu kesempatan di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat pernah mengatakan bahwa kadar timbal dalam darah sudah di atas ambang batas. Selain gejala disfungsi ereksi pada pria dewasa, timbal akan berujung pada gangguan reproduksi.

Hasil penelitian tentang kadar timbal (Pb) dalam darah anak sekolah beberapa SD dan SMP di Kota Bandung, yang dilansir “PR” (12/7), ternyata bisa lebih parah. Dengan kondisi pencemaran udara seperti saat ini, paling tidak 50 persen anak-anak (usia sekolah di Kota Bandung dipastikan memiliki kadar timbal dalam darah di atas ambang batas.

Ketika kadar timbal dalam darah ini sudah di atas ambang batas, gangguan kecerdasan pada anak-anak dan orang dewasa muncul. Bagi wanita hamil, selain bisa keguguran, putra atau putri yang dilahirkan pun bisa prematur atau gangguan lainnya. Selain itu, timbal yang masuk dalam paru-paru orang dewasa bisa menyebabkan iritasi pernapasan bahkan kanker paru-paru, emphisema, dsb.

CFD

Untuk mengurangi tingkat polusi akibat kendaraan, gerakan Car Free Day (CFD) sudah menyebar ke Eropa dan negara lain di dunia. CFD bermaksud membangkitkan kesadaran masyarakat tentang perlunya menjaga kebersihan udara. Gerakan ini dilakukan mengingat semakin tingginya ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor pribadi.

Keberhasilan CFD di beberapa negara ditindaklanjuti dengan semakin gencarnya pengurangan kendaraan bermotor pribadi. Namun, tentu saja ini diimbangi dengan peningkatan sarana angkutan umum massal dan pembangunan pedestrian.

Pada September ini, tepatnya tanggal 21 September, CFD kemudian menjadi acara tahunan dan dilakukan diberbagai belahan negara lain di dunia. Tanpa melakukan pengukuran ilmiah terhadap kadar pencemaran pun, warga bisa merasakan kotornya udara ketika bernafas.

Cara yang paling signifikan untuk menurunkan tingkat pencemaran udara adalah dengan beralih dari penggunaan kendaraan bermotor pribadi ke penggunaan alternatif transportasi non-motor.

Di saat kesadaran untuk menjaga kualitas udara ini menjadi penting bisa saja car free day tidak hanya dilakukan sehari, tapi setiap hari. Ketika kesadaran akan udara yang bersih, kita menjadi pelaku aktif untuk mengurangi tingkat pencemaran.***

Share:

Jumat, Oktober 26, 2007

untuk Angelina


Suatu sore yang cerah di bulan November setahun yang lalu kami bertemu, dia sungguh memesona dengan gaun berwarna pink, lengkap dengan rumbai-rumbai di kiri dan kanan. Gerakannya sangat lembut. Tidak terburu-buru atau tergesa-gesa.

Di pantai yang indah itu, kami bersua. Sementara bercerita banyak tentang kesan pertemuan pertama kita. Kesan itu yang membuat saya tidak bisa tidur selain memikirkan Angelina.

Perjalanan jauh menuju Bandung rasanya begitu lama, ingin sekali cepat-cepat menceburkanmu ke tempat yang indah di rumah. Walau pun saya tidak bisa mengikutimu.

Namun perubahan itu sangat drastis, angelina. Kamu sangat agresif di malam hari, saya tidak menyangka seganas itu dirimu. Kau menghabiskan ikan-ikan kecil dalam aquarium besar itu, tanpa ampun hingga rasanya sulit menerimamu sebagai peliharaanku yang lemah lembut. Jujur saja saya tidak kepikiran untuk berlama-lama memelihara kamu, ingin ku enyahkan dirimu jauh-jauh agar si nemo-nemo dan kepe-kepe lain tetap bertahan. Kamu ternyata karnivora, pemangsa yang pandai. Bukan herbivora seperti dugaanku.

(Angelina adalah nama lain dari scorpion king fish)

Share:

Sabtu, Oktober 20, 2007

kutipan

Saya sadar bahwa menulis itu tidak mudah, demikian juga ginanjar bilang, maka saya berusaha membaca tulisan karya-karya orang lain. Yang lebih menarik adalah dinamika lingkungan, saya mengambil segmen ini karena saya menganggap sudah terlalu banyak orang lain yang mengambil segmen lain yang lebih populer. Otomatis buku yang saya baca pun buku-buku tentang lingkungan. (Iden Wildensyah, Penakayu.blogdrive.com.20/10)
Share:

Jumat, Oktober 19, 2007

kutipan

Ada banyak orang yang sangat pintar membuat analisis, namun sedikit orang yang bisa mengaplikasikan dalam tataran real. Saya menganalogikan dengan contoh seorang pelatih/ manajer sepakbola dengan komentator sepakbola. Analisis komentator mungkin saja bisa sangat tajam, namun ada kemungkinan ketajamannya akan berbeda ketika komentator dijadikan pelatih/manajer. Berbeda dengan manajer, dia merasakan langsung bagaimana dinamika yang terjadi selama melatih (Iden Wildensyah, catatan penting buku jack welch, 2006)
Share:

kutipan


Disini (Palasari) tidak semua kios buku bebas kita lihat-lihat dalamnya, kadang saya terjerembab kalau sudah bertanya tapi tidak menemukan buku yang dicari, biasanya muncul tiba-tiba orang yang membawa buku yang saya cari atau si bapaknya pura-pura ke belakang mencari di gudang, padahal dia juga menanyakan buku yang sama pada kios yang lebih besar, lucu memang. Suatu kali saya penasaran, saya ikuti ternyata dia mencari ke kios lain, duh kalau sudah disuruh menunggu kan saya ga enak pergi. Itu pun tidak selamanya, kadang saya pending ditengah jalan dengan mengatakan “Jangan merepotkan pak, biar saya cari sendiri ke belakang, barangkali di toko ini ada”. (Iden Wildensyah, Tentang Toko Buku Alternatif.penakayu.blogdrive.com. 15 maret 2007)
Share:

tentang hari rabu .dedicated to Ginanjar Hambali


Saya masih teringat saat-saat dimana hati berdebar dan berdo’a karena berharap tulisan saya di kolom opini Republika Jabar di muat. Saya juga masih teringat ketika saya bersaing dengan Ginanjar Hambali untuk sebuah eksistensi tulisan dimedia. Kita selalu berbagi ide, wacana tapi kita juga bersaing. Dari tinjauan saya, kenyataan tulisan saya yang pertama muncul judulnya “Pendidikan Lingkungan Persfektif Pecinta Alam” setelah tulisan Gingin lalu tulisan Gingin lagi dan lagi. Lalu kemanakah tulisan saya, saya putus asa mengejar Republika, saya beralih ke Kolom Mimbar Pikiran Rakyat, akhirnya tulisan saya, tulisan saya dan tulisan saya, tulisan gingin tidak muncul di Kolom Mimbar tersebut. He..he. saya menang di kolom mimbar PR walau saya kalah di suplemen Opini Republika Jabar.
Kini, setelah sekian lama saya mencari lagi suplemen opini Republika Jabar, biasanya ada di halaman belakang, saya tidak menemukan lagi opini. Kemanakah dia, saya tidak tahu.

Gingin suatu kali di malam yang lalu, menelepon saya. Dia bilang “kamana wae atuh euy?” blog tidak di update tulisan di media berkurang ! saya terhenyak dan saya sendiri kaget. Betul kata gingin sudah terlalu lama saya tidak menulis untuk wacana-wacana yang pernah hinggap di kepala saya. Saya akan menangkapnya lagi supaya bersarang dan bertelur di dalam kepala saya biar produktif.
Salam ka Ginanjar Hambali
Share:

Postingan Populer