Ruang Sederhana Berbagi

Kamis, Maret 29, 2012

Bertualang dan Menulis lalu Berinternet Ria


Bertualang, menulis dan berinternet ria lebih mengasyikan dengan INDOSAT INTERNET

Ada tiga hal yang saya sukai, bertualang, menulis dan berinternet ria. Ketiga kegiatan ini saya sebut sebagai bagian dari kehidupan yang selalu menarik. Bertualang berarti mencari sesuatu yang baru, baik itu mengunjungi tempat baru atau juga menemukan sesuatu yang menarik karena baru. Kebaruan bisa terjadi dalam berbagai bentuk. Termasuk di dalamnya adalah inovasi atas karya-karya sebelumnya. Mencari inovasi menjadi sebuah penjelajahan yang sangat menantang. Penjelajahan berarti harus bertualangan.
Setelah bertualang, tentu saja merekam. Merekam dalam bentuk gambar foto dan juga tulisan. Mencatat setiap nama-nama tempat baru, inovasi-inovasi baru, dan semua hal yang baru. Tulisan memungkinkan orang menjadi tahu hal yang tidak diketahui sebelumnya. Dari tulisan orang yang bertualang, kita seolah dibawa untuk memasuki suasana petualangan. Sampai sekarang saya masih ingat kisah petualangan Tenzing Norgay dan Sir Edmund Hillary saat pertama kali menginjakkan kaki di Everest. Rasanya seperti dibawa bertualangan sampai ke puncak tertinggi di dunia. Atau membaca kisah teman-teman mapala yang menembus sungai Musi di Kalimantan dengan perahu boat dan sampan yang sederhana. Kekuatan tulisan petulangan itu membekas dalam diri saya sampai sekarang.
Tak ketinggalan kemudian adalah setelah menulis adalah berinternet. Harus diakui bahwa saat ini Internet sudah menjadi sebuah kebutuhan mendasar yang baru. Keberadaan internet menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan. Ada yang hilang kalau tidak berinternet. Dalam dunia internet juga saya menemukan petualangan-petualangan dalam ranah yang lain. Misalnya inovasi dan tempat-tempat yang menarik dikunjungi. Ada banyak hal menarik dalam dunia internet. Tetapi berinternet ria tidak akan lepas dari penyedia layanan internet itu sendiri. 
Petualangan saya mempertemukan pada INDOSAT INTERNET. Dengan INDOSAT INTERNET, saya bisa mengakses banyak pengalaman-pengalaman serta pengetahuan-pengetahuan baru tanpa harus terkendala jaringan. Dan terpenting INDOSAT INTERNET Rp50K dan Rp100K adalah Starter Pack internet dengan quota terbesar di market penyedia layanan internet. Berani di adu deh, cek disini :)
INDOSAT INTERNET membuat saya tetap bisa berinternet ria walaupun berada jauh di pedalaman. Bukan saja untuk bertualangan, INDOSAT INTERNET ini bisa dinikmati siapapun. layanan paket data unlimited kecepatan tinggi hingga 1 Mbps untuk aktivitas berinternet seperti  e-mail, chatting, downloading, blogging, browsing, dll. Ada beragam paket pilihan sesuai kebutuhan, akses yang mudah dan tarif yang terjangkau.
Ayooo.. siapapun anda saatnya beralih ke INDOSAT INTERNET dan rasakan kemudahannya. Bertualang, menulis dan berinternet ria lebih mengasyikan dengan INDOSAT INTERNET. (iden wildensyah)




Share:

Rabu, Maret 28, 2012

Eksotisme Curug Cibadak di Garut Selatan

Curug ini sangat unik karena tersembunyi dari keramaian tetapi lokasinya tidak terlalu jauh dari jalan raya. Tepat dipinggir jalan sehingga sangat mudah untuk melihatnya, cukup menengok ke arah kiri, kita sudah disuguhi dengan deburan air yang terjun bebas dari bukit.

Setiap perjalanan selalu membuat kisah yang menarik. Setiap kisah yang menarik selalu memberikan kesan yang berharga dan kesan yang berharga akan menjadi lebih bermakna jika direkam dan dituliskan untuk dikenang. Perjalanan ke Selatan Garut mengantar saya pada lokasi yang belum terjamah banyak orang. Belum terekspose secara luas walaupun keindahannya bisa mengalahkan objek wisata yang sudah umum dikunjungi.

Curug Cibadak (dok.iden wildensyah)
Selain Curug Neglasari, ternyata masih ada banyak curug indah di selatan Garut. Dua curug yang menawan hati itu adalah Curug Cipeuteuy dan Curug Cibadak. Kedua curug ini ada di wilayah Cisangkal, kec Cihurip Kabupaten Garut. Jika melakukan perjalanan menuju kedua curug ini, kita akan bertemu Curug Cipeuteuy dulu sebelum Curug Cibadak. Bagi saya, kedua curug sangat unik karena tersembunyi dari keramaian tetapi lokasinya tidak terlalu jauh dari jalan raya. Tepat dipinggir jalan sehingga sangat mudah untuk melihatnya, cukup menengok ke arah kiri, kita sudah disuguhi dengan deburan air yang terjun bebas dari bukit.

Sebuah keindahan yang tidak bisa dibeli dengan uang, sangat sulit menguangkannya, sangat sulit memindahkan keindahan tersebut ke lokasi manapun selain menikmati ditempat. Dari sebuah jembatan itu kita tinggal duduk saja, jika penasaran merasakan dinginnya air, tinggal turun dan langsung mencicipi segar dan sejuknya air terjun tersebut. Dijamin bersih karena belum tercemar dari hulunya.

Bukan itu saja, karena kedua curug ini masih alami, sampah tidak ada. Yah, sampah adalah musuh bersama yang selalu mencemari setiap objek wisata. Saya ambil contoh saja, Curug Dago serta Curug Sigey di Bandung hampir tidak lepas dari masalah sampah. Sampah berserakan dimana-mana. Ada sisi yang sangat disayangkan jika sebuah kawasan wisata alam penuh dengan sampah, sampai plastik pula yang bisa terurai sampai ratusan tahun. Sampah ini kadang membuat keindahan, keunikan sebuah wisata alam menjadi terganggu.
Curug Cibadak masih hijau tanpa sampah (dok.iden wildensyah)
Curug Cibadak yang memiliki ketinggian lebih dari 100 meter itu pernah dikunjungi dan di panjat oleh kelompok pemanjat tebing Skygers bersama tim ekspedisi Metro TV. Sebuah petualangan yang mengasikan saat memanjat tebing air terjun, ditengah-tengah deburan air, licinnya batu serta adrenalin yang berpacu kencang diketinggian. Curug Cibadak memang sangat eksotis dibanding Curug Cipeuteuy. Sangat wajar jika team ekspedisi kepincut untuk meliput petualangan pemanjat tebing di Curug Cibadak ini.

Jika anda menyukai petualangan atau perjalanan ke kawasan wisata alam yang masih alami, saya sarankan mencoba mengunjungi kedua curug ini. Jangan lupa untuk mengabadikan setiap moment selama perjalanan, jauh sih tetapi saya jamin terbayar oleh keindahan Curug yang menawan hati ini.

Kekurangannya hanya akses jalan, jangan berharap mendapatkan jalan yang mulus tanpa gelombang. Jalan itu lho, waaah… sungguh membuat pinggang pegal-pegal. Untungnya saya terbiasa dengan jalur-jalur ajaib yang tidak terduga sebelumnya. Misalnya saya menyangka jalurnya cukup untuk sebuah kendaraan roda empat tipe sedan, ternyata jalannya terjal, bebatuan yang belum teraspal sebagian dan curam menukik ke bawah. Benar-benar membuat sport jantung. Saya sarankan memakai kendaraan type 4 wheel drive atau minimal sejenis kijang yang suspensinya agak tinggi. Atau gunakan motor trail aja sekalian. Saya sih hanya gunakan bebek saja, itupun setelah mengontak pejabat desa setempat.
Walaupun akses jalan tidak sebaik jalan di kota besar, saya yakin terbayar oleh keindahan kedua curug tersebut. Jangan berkecil hati, karena petualangan itu mengasikan. Salam petualangan! (Iden Wildensyah)

Share:

Selasa, Maret 20, 2012

Pelatih Hebat

Beberapa manajer tim terbaik sudah menunjukkan kinerja yang lumayan mentereng. Dengan segudang pengalaman mereka berhasil mewujudkan mimpi para supporter. Mereka adalah orang yang berjasa membuat supporter tak berhenti bersorak gembira untuk kemenangan timnya. Dari beberapa manajer yang ada, saya coba merangkumnya sebagai apresiasi atas jasa mereka.

Pep Guardiola
Salah satu manajer paling sensasional tahun 2009 adalah Josep 'Pep' Guardiola. Manajer Barcelona yang mengantarkan Barca menggenggam 6 piala dalam setahun. Tak tanggung-tanggung pelatih kawakan di Liga InggriS, Sir Alex Ferguson menyatakan kekagumannya. Sir Alex bahkan berani mengatakan bahwa Pep Guardiola adalah orang yang tepat menggantikan dirinya menjadi manajer Manchester United.
Bapak Mertua saya mengatakan bahwa kemenangan dan keberhasilan Barca itu adalah kemenangan momentum. Ya, ketika Pep Guardiola memegang Barca, semua pemain sedang on fire. Katakan saja, Lionel Messi, Thiery Henry dan Charles Puyol yang kalau bermain kayak 'kesetanan'. Tidak saja pemain utama tetapi juga barisan pemain lapis yang tidak kalah 'greng' ketika dimainkan. Inilah momentum dimana pemain yang bagus, bertemu manajer yang bagus, pada saat yang bagus.
Saat yang bagus bisa saja diartikan sebagai saat dimana team lain sedang krisis. Coba saja tengok bagaimana Real Madrid walaupun bertabur bintang tetapi belum bisa mengalahkan Barcelona. Pemain sekelas Kaka, Christiano Ronaldo ternyata belum bisa diandalkan untuk mendongkrak dominasi Barca walaupun secara klasemen saat ini mereka unggul.
Inilah sepakbola yang penuh dinamika dan pemikiran yang lumayan dinamis. Bukan semata-mata tendang menendang saja tetapi juga motivasi dan kepemimpinan manajer.
Sir Alex Ferguson
Saya menaruh hormat pada Manajer yang satu ini, Sir Alex Ferguson adalah sosok yang kagumi sekaligus saya benci. Saya pernah menonton bagaimana dia melatih, membangun semangat dan menjelaskan filosofi bekerja sama. Bukan saja sebagai manajer tetapi juga sebagai guru yang mengajarkan bagaimana seharusnya bertindak baik dan benar.
Arahan Sir Alex ini baca disalahsatu majalah olahraga, sementara cara dia menyampaikan instruksi saya melihatnya direkaman video tentang MU. Sungguh pantas dia mendapatkan predikat pelatih yang berkarakter. Salahsatunya adalah ciri atau kekhasan dia yang tidak bisa dimiliki oleh manajer lainnya. 
Keistimewaan dia bagi saya terutama bisa meramu tim dan bisa membangkitkan semangat di 'Injury Time'. Untuk membangkitkan semangat kemenangan di 'Injury Time' saya garisbawahi, inilah keistimewaan Sir Alex yang tidak dimiliki oleh Manajer lain. 
Saya memperhatikan beberapa kali pertandingan Manchester United yang selalu menang di 'Injury Time'. Bagi saya ini bukan kebetulan, ini adalah racikan, ini adalah hasil Sir Alex dalam membuat komposisi pemain yang bermental juara di awal dan akhir. Masih teringat dalam benak saya ketika MU mengkandaskan Bayern Munich di Final Piala Champion, saat MU ketinggalan 2-0 lalu berbalik menjadi 2-3 untuk kemenangan MU, pencetak gol waktu itu Ole Gunnar Solkjaer (si Killing Machine Like Baby ini mengingatkan saya pada teman SMU).
Saya masih ingat juga keajaiban di Injury Time saat MU mengalahkan Arsenal, atau MU menahan Imbang Sunderland dini hari tadi (04.10.09). Begitu fantastis meraih kemenangan di sisa waktu, karena tidak semua tim bisa meraih peluang dari sedikit kesempatan yang tersisa.
Di balik semua itu bagi saya adalah Sir Alex, dialah otak dari setiap kemenangan Injury Time MU. Saya menilainya bahkan Sir Alex adalah spesialis peraih kemenangan disaat Injury Time. Tidak banyak yang mengetahui bagaimana Sir Alex bisa meramu tim seperti itu. Tetapi memang tidak demikian dengan Jose Mourinho ketika masih menjadi Manajer Chelsea. The Spesial One ini berhasil menahan laju gempuran MU di injury time, caranya dengan menumpuk pemain sebanyak-banyak di dalam kotak penalti hingga pemain MU kesulitan menembus barisan pertahanan Chelsea.
Sir Alex juga saya benci karena kemampuannya. Ini terjadi karena saya kurang begitu suka dengan team MU, saya lebih suka Liverpool, chelsea dan Arsenal. Saya juga mendukung team lain yang sedang bertanding melawan MU dengan harapan MU bisa kandas. 
Sir Alex adalah fenomena bagi saya, karena itu saya menaruh hormat bagi manajer yang berhasil meraih point di injury time. Tetapi bagi saya ini juga kelemahan sir Alex, karena merasa selalu menang di injury time, dia selalu menuntut injury time yang lumayan lama. Contoh saja ketika menjamu Manchester City, MU diberi 6 menit injury time dan terbukti owen bisa membuat gol, sir Alex senang. Merasa sebagai spesialis injury time, sir Alex memprotes ketika wasit Wiley hanya memberikan 4 menit saja tambahan waktu saat menjalani laga kandang melawan sunderland.
Yah.. Sir Alex adalah manusia biasa, selalu ada kelemahan dibalik kesempurnaannya meramu tim. Saya menaruh hormat kepada dia. 
Mourinho Si Spesial One
 Saya katakan kepada pemain sebelum bertanding adalah sebuah pernyataan Albert Einstein seorang ilmuwan besar bahwa ada dorongan yang lebih kuat daripada mesin uap, listrik, dan energi atom, yaitu kemauan” (Jose Mourinho) 
 Selain kontroversinya, ada sisi-sisi lain yang membuat saya kagum pada Manajer berkebangsaan Portugal ini. Juru taktik yang dingin dan pintar memotivasi adalah dua hal yang patut disandangkan pada Mourinho. Keberhasilannya memenangkan Liga Champion di dua klub yang berbeda adalah prestasi tersendiri. Walaupun sekarang mungkin tersendat dan butuh keajaiban untuk lolos ke putaran final, tetapi setidaknya dalam beberapa laga terakhir, Mourinho sudah berhasil membuktikan diri sebagai juru taktik yang berhasil meracik team.
Komentarnya yang tajam dan kontroversial kadang membuat panas kuping team lawan. Mourinho pintar memainkan psikologis team lawan sebelum bertanding. Inilah yang menjadi berbeda karena di era sebelumnya tidak ada manajer sekontroversial Mourinho dalam berkomentar. Sir Alex saja sering panas kuping kalau menjelang pertanding melawan Chelsea dulu. Saling serang tetapi ternyata saling merindukan. Terbukti dalam beberapa media dilansir bahwa Sir Alex merasa kehilangan sosok Mourinho di Liga Inggris saat dia berlabuh ke Inter Milan. 
Share:

Minggu, Maret 18, 2012

Membaca dan Menulis

"Sebelum meninggal dunia, tulislah sebuah buku'' (Kusmayanto Kadiman - Mantan Menristek)
"The other readiness skill involves the motor realm. Writing is an essential partner to reading-and writing requires that a child execute the fairly complex motor patterns needed to form clear, legible letters. While lots of effort goes into having young children learn to recognize letters, remarkably little effort goes into teaching them how to create those letters" (Reading Kingdom)
Dalam pengantar buku 'Word' Jean-Paul Sartre dituliskan mengapa kita membaca? Karena dengan membaca, kita akan merasakan betapa kita sebenarnya tidak tahu apa-apa. Pengetahuan, wawasan, referensi, dan lainnya ternyata hanyalah secuil dari khasanah yang tersebar di alam semesta. Teramat banyak hal-hal lainnya yang belum kita ketahui. Belum lagi misteri alam semesta belum terjawab oleh manusia.
www.readingkingdom.com 
Dengan membaca kita merefleksikan diri. Membaca adalah semacam kaca pantul yang bisa menunjukkan pada kita tentang keluasan dunia dan semesta. Selanjutnya petuah tua mengatakan, akan lebih bermanfaat lagi jika kita mengajarkan hasil bacaannya (yang baik) kepada siapa saja. Hanya saja, jika semua orang hanya membaca, lalu apa yang akan dibaca? Karena itu harus ada 'sebagian' yang menulis. Artinya, menulis itu penting, atau bisa juga dengan bicara. Menulis akan sangat bermanfaat bagi pembelajaran khalayak.
Saya membaca buku dengan sedikit pengalaman tentang membaca buku. Disamping sebagai pencerah pikiran dan rekreasi, saya membaca karena butuh bahan untuk menulis. Membaca buku erat kaitannya dengan menulis walaupun tidak semua alasan membaca buku untuk menulis. Bisa saja membaca buku untuk refreshing, hiburan dan melepas stres. 
Apakah membaca buku dipengaruhi keluarga? Saya sering bertanya hal ini pada beberapa orang yang saya kenal. Jawaban hampir mendekati 100 persen benar, ada hubungan antara faktor keluarga dengan budaya membaca buku. Saya bersyukur karena bapak saya pembaca buku yang baik, bahkan penulis yang baik untuk ukuran kampung. 
Hari spesial membaca bagi bapak adalah jumat. Hari jumat praktis semua aktivitas berhenti karena digunakan untuk membaca buku dari pagi hingga siang menjelang jumatan. Beliau juga seorang pencatat yang baik. Saya menemukan banyak catatan harian yang ditulis untuk merekam setiap kejadian. 
Kembali ke membaca buku, salahsatu faktor penting yang menggerakan motivasi membaca buku adalah rasa ingin tahu. Buku dianggap memiliki banyak pengetahuan yang tidak ada atau tidak didapat secara langsung dari sekolah. Peribahasa ''Buku adalah gudang ilmu, membaca adalah kuncinya'' semakin menegaskan begitu pentingnya membaca buku. Buku favorit saya dahulu adalah Ilmu Pengetahuan Populer dan Ensiklopedia Indonesia. Dari kedua buku ini, dengan beberapa jilid yang diklasifikasi berdasarkan abjad, saya menemukan banyak hal. Saya bisa mengikuti lomba menulis essai juga sumbernya dari salahsatu buku tersebut.
Membaca buku membuka wacana, demikian saya membuat mindset. Saya praktekan dalam dunia jurnalistik. Apalagi berkegiatan di Unit Pers Mahasiswa semakin menegaskan begitu pentingnya membaca buku. Ketinggalan wacana adalah kekalahan.
Katanya ada teknik membaca buku cepat, saya pernah membaca bukunya tetapi tetap saja saya kesulitan mempraktekan membaca buku cepat ini. Godaan terbesar membaca buku adalah menulis, saya selalu gatal untuk menulis disela-sela aktivitas membaca buku. Dalam benak saya yang terpikirkan setelah membaca buku adalah menulis, demikian juga yang terpikirkan setelah menulis adalah membaca.
Kalau tidak salah entah sebuah buku atau artikel yang berjudul ''Seandainya membaca buku seperti membaca koran''. Membaca koran memang sangat mudah, tidak perlu lama, dalam waktu yang sangat cepat kita akan mengetahui kearah mana penulis hendak menggiring tulisannnya. Tetapi membaca buku, saya tidak bisa menebak, kalaupun ada saya membaca singkat dan cepat saja. membaca seperti ini kadang efektif tetapi kadang membuat seni membaca sendiri itu menjadi kabur alias tidak dinikmati.
Membaca buku adalah permulaan, setelah membaca buku itu yang menentukan. Bisa jadi tindakan atau sebuah tulisan baru dari hasil membaca buku. Saat ini saya terinspirasi menulis oleh Prof Randy Pausch (alm) dari bukunya yang berjudul 'The Last Lecture'. Yah, saya tidak perlu menunggu menjadi Randy Pausch yang membuat buku menjelang kematiannya karena kanker atau saya terkena kanker dulu untuk menulis catatan, demikian juga membaca buku, saya tidak perlu menunggu tinggal di rumah dekat danau di lembah sebuah gunung yang dingin, hutan yang lebat, burung-burung yang berkicau, air sungai yang gemericik dan suhu yang sejuk. Saya membaca karena membaca buku itu mengasyikan.
Share:

Senin, Maret 12, 2012

Dibalik Semangat Ekspedisi

Sedikit catatan ini adalah telaah atas semangat para petualangan jaman dahulu semacam, James Cook, Chrishtoper Columbus, Magellan, Drake dll. Mereka mengelilingi dunia dengan kapal diperairan bebas. Seperti biasa saya menelaah sejarah dengan asumsi saja karena saya sadar bukan mahasiswa sejarah. Saya menemukan banyak hal yang ingin saya pertanyakan. Misalnya tentang petualangan, ekspedisi tersebut atau juga pengembaraan para ilmuwan jaman dahulu. Pertanyaan mendasarnya adalah mengapa mereka melakukan itu? lalu pada saat yang bersamaan apa yang ada dipikiran leluhur saya?.


Pelayaran legendaris Cheng Ho (image kaskus.us)
Jangan dijawab sebagai alasan untuk semangat ekspansi, penyebaran agama dan dagang. Saya punya jawaban lain, mungkin karena para petualang Eropa mencari sebuah tempat yang ideal, yang tidak perlu bersaing dengan hewan untuk mendapatkan makanan. Juga mencari komoditi dagang yang laku untuk dijual di Eropa. Mereka datang pada mulanya untuk berdagang, tetapi keserakahan membuat mereka lupa diri dan kemudian terjerumus ke dalam penguasaan. Yah.. akhirnya nafsu menguasai kemudian menjadi awal dari penjajahan, sementara penjajahan bukan awal dari semangat ekspedisi. Walaupun mungkin ada juga yang mengawali selain dagang yaitu memonopoli.



Kemudian muncul sebuah pertanyaan mengapa leluhur saya tidak melakukan petualangan ke Eropa lalu menjajahnya kemudian? Jawabannya karena tidak ada yang menarik di Eropa. Logikanya begini saja, Eropa itu berada di belahan bumi yang terkena empat musim, setiap musimnya selalu berbeda. Pada saat pergantian musim ini ada masa yang sangat berat dilewati yaitu musim dingin. Belajar dari hewan, biasanya hewan-hewan disana akan bermigrasi ketika musim dingin. Nah dari asumsi ini, bisa saja mereka juga mengikuti perilaku hewan yang bermigrasi ke wilayah yang hangat.
Indonesia, beruntung berada tepat ditengah khatulistiwa yang hanya mengalami dua musim saja, musim hujan dan musim kemarau. Perbedaan keduanya tidak se-ekstrem pergantian musim di Eropa. Tanah yang subur, matahari yang selalu bersinar membuat wilayah nusantara menjadi tujuan ekspedisi. Kesuburan tanah dan kehangatan matahari ini membuat tanaman apapun bisa tumbuh, bahkan tongkat juga bisa tumbuh. Ada penelitian yang mengatakan bahwa Indonesia adalah wilayah Atlantis, sebuah wilayah dalam mitos yang dipercaya sebagai bentuk nirwana, diciptakan Tuhan dengan sempurna.
Saya melihat kecenderungan leluhur bangsa kita tidak melakukan ekspedisi ke Eropa karena semuanya sudah tersedia disini. Makanan yang berlimpah, tanah yang subur dan matahari yang selalu hangat menyinari setiap hari. 
Sekarang ini sudah berbeda, jaman yang berbeda, peradaban yang berbeda pula. Kemajuan dalam banyak hal. Maka semangat ekspedisi sekarang harus menjadi bagian untuk mencintai negeri.
Share:

Catatan Blogshop Bandung

“Ooooh Blogshop itu seperti ini?”
catatan untuk merekam (idenide)
Itulah kata-kata yang pantas keluar dari mulutku setelah mengikuti acara BlogshoN5M di Gedung Bank Indonesia. Di gedung yang megah ini, hadir sekitar 80-90 Kompasianer dari berbagai daerah. Ada yang datang dari Tasik, Subang, Bogor, Cianjur, dan Bandung.
Saya mencatat suasananya sangat seminar sekali, dengan kursi yang ditata sedemikian rupa, satu kelompok meja terdiri dari lima orang yang diset dalam jumlah lima kursi. Dalam satu baris ada lima meja dan total baris yang ada yaitu empat baris. Ini berarti panitia menyediakan kursi sekitar seratus kursi.
Hmm baiklah, saya juga mencatat banyak hal menarik dari BlogshopN5M ini, di antaranya adalah materi yang menarik, sajian makanan yang menarik, EO yang menarik, dan Kang Pepih. Kang Pepih adalah ketertarikan tersendiri, saya sempat menyayangkan ketika saya melempar tatapan ke banyak sisi dan tidak menemukan Kang Pepih. Ternyata, gayung bersambut panitia sudah menyimpan Kang Pepih di akhir acara. Jadi Kang Pepih datang menjelang materi.
Materi yang diberikan Kang Pepih tentu saja sangat menarik. Sudahlah menarik, titik!
Inilah catatan saya selanjutnya
1331426780114724534
Kopi (dok.iden wildensyah)
inilah kopi yang pertama kali menyambutku di meja, kopi panas di antara dingin AC
13314269611362013745
Catatan 2 menulis di note kompasiana (dok.iden wildensyah)
1331427157857040970
Catatan 3 sebotol air minum yang menguak jumlah peserta (dok.iden wildensyah)
Botol air kemasan ini benar-benar spektakuler, bisa jadi objek gambar dan juga bisa belajar konsep dasar perkalian.
1331427593236391849
Catatan 4 tentang materi tak tuntas ditulis dan sebuah gelas (dok.iden wildensyah
1331427802581471023
Catatan 5 ketika A.Fuadi menyiram inspirasi menulis sebagai karya untuk berbagi kebaikan (dok.iden wildensyah)
1331428125952316117
Catatan 6 tentang plafond di Bank Indonesia yang megah (dok.iden wildensyah)
13314283491277045563
Catatan 6 tentang balkon dan pembawa acara yang aduhai (dok.iden wildensyah)
Gadget sangat penting tetapi mendengarkan sepertinya sangat penting, menyimak dan mengapresiasi pembicara.
13314286261305977602
Catatan 7 ketika setiap orang memegang gadget sementara pemateri berbicara (dok.iden wildensyah)
13314288581645522256
Catatan 8 sebuah tas yang selalu menemani dan inspirasi Kang Pepih (dok.iden wildensyah)
13314290662034455490
Catatan penutup sebuah icon dan lagi-lagi inpirasi dari Kang Pepih (dok.iden wildensyah)
Share:

Minggu, Maret 11, 2012

Belajar Dari Pelaut

"Tidak Ada Pelaut Ulung yang Dilahirkan Dari Samudera yang Tenang. Tapi ia Dilahirkan dari Samudera yang Penuh Terpaan Badai, Gelombang dan Topan"

Catatan ini terinspirasi setelah membaca tulisan John Dyson di Readers Digest Juni 2009 dalam artikel yang menceritakan dua pelaut (Libi Belozersky, 27 thn dan Pierpaolo Mori, 34 thn) yang terombang-ambing ombak di samudera Hindia. Bacaan yang membuat saya larut didalamnya, merasakan terombang-ambing gelombang dan juga tentang kekuatan mental keduanya. Catatan ini juga terinspirasi oleh tulisan Galih Donikara dalam Bulletin Wanadri tentang dilaut kita jaya.
Kapal Laut
Indonesia adalah negara kepulauan, negara bahari yang terbentang luas dari sabang sampai merauke. Sudah menjadi rahasia umum bahwa kekayaan laut Indonesia berlimpah ruah, baik yang sudah dieksplorasi maupun yang masih tertanam jauh didasar lautan.
Sebagai negara kelautan, sudah sewajarnya kita memperhatikan potensi laut ini. Baik dari segi ekonomi maupun lingkungan. Kedua aspek ini bisa saling melengkapi jika diatur dengan baik, dimenej dengan pengelolaan yang rapi dan berkelanjutan.
Bangsa pelaut memang bukan hanya manifesto nenek moyang Indonesia, sejarah mencatat bahwa bangsa Viking dari Norwegia adalah pelaut ulung yang ditakuti pada zamannya. Bangsa eropa secara keseluruhan dalam ekspansi wilayah juga bermula dari laut. Mereka (para pelaut) datang ke tempat baru untuk tujuan dagang ataupun ekspansi langsung ke wilayah yang dituju. Kedatangan mereka melalui jalur laut tentu bukan pekerjaan mudah, karena untuk mengarungi samudera dibutuhkan jiwa-jiwa kuat yang berani menempuh resiko. Jiwa kuat tersebut didukung dengan perencanaan yang matang, logistik yang cukup, peralatan yang mendukung dan tentu saja seorang pemimpin yang mampu mengarahkan anak buah kapal.
Saya melihat dan belajar ini dari buku, dari film dan dari cerita tentang ekspedisi laut. lihat saja film 'the bounche' lalu 'pirates of the carribean' yang menceritakan pengalaman mengarungi samudera luas.
Bagi mereka yang ada di barat (Eropa) memiliki yacth untuk berlayar adalah impian, mereka ingin berlayar kemanapun mereka mau tentunya dengan perencanaan yang matang. Mereka memiliki semangat kembali ke laut untuk berpetualang di atas lautan. Semangat yang rasanya hanya sedikit dimiliki oleh anak muda Indonesia. Bagi mereka berada di atas air laut dan gelombang adalah keindahan tersendiri, masalah resiko kesampingkan. Dalam benak mereka selama kita bisa mengendalikan kapal, maka resiko celaka karena gelombang bisa dilewati.
Nenek moyang kita pelaut tetapi kita melupakan laut dan semakin menjauh, banyak kebijakan darat yang mengalahkan laut. Jembatan salahsatunya, jembatan adalah refresentasi dari darat untuk menghubungkan sesama daratan. Semakin tersambung, maka semakin mudah kita menggapai daratan yang lain. Tetapi coba perhatikan pula, potensi laut yang akan lenyap. Kapal peri yang perlahan akan musnah, atau orang semakin lupa dengan laut itu sendiri.
Sebagai anak bangsa, saya masih ingat laut, setidaknya dalam satu tahun sekali saya melihat laut walaupun sekedar melihat, merasakan dari dekat tetapi saya bersyukur sebagai anak keturunan bangsa pelaut.
Share:

Sabtu, Maret 03, 2012

10 Aturan Emas (Golden Rules)

10 Aturan emas berikut ini tidak hanya berlaku sebagai kredo bagi FIFA sebagai badan sepak bola dunia tetapi juga mendorong rasa persaudaraan dan kerja sama di antara anggota keluarga sepak bola di seluruh dunia. Kenalilah 10 aturan emas ini dan berbagilah semangat kode etik ini sebagai fokus utama dalam permainan secara individu maupun tim.

  1. Bermainlah untuk menang. Kemenangan adalah tujuan dari setiap permainan. Jangan pernah bermain untuk kalah. Jika kamu tidak bermain untuk menang, berarti kamu telah mencurangi lawanmu, menipu para penonton, dan dirimu sendiri. Jangan pernah menyerah terhadap lawan yang lebih kuat, namun jangan pula memberi belas kasihan kepada lawan yang lemah. Merupakan suatu hinaan bagi setiap lawan jika kamu bermain tidak sepenuh kekuatan. Bermainlah untuk menang hingga peluit akhir berbunyi.
  2. Bermainlah secara fair. Kemenangan tidak akan berarti jika dicapai dengan tidak fair atau tidak jujur. Kecurangan sangat mudah dilakukan tetapi tidak akan memberikan kesenangan apa pun. Bermain secara fair menuntut keberanian dan karakter. Permainan seperti ini juga bisa lebih memberikan kepuasan. Bermain secara fair akan selalu dihargai, meskipun kalah dalam permainan. Bermain fair akan mendapatkan 
    penghormatan; sedangkan kecurangan akan dibenci. Ingat, ini hanyalah permainan. Permainan tidak akan berarti jika tidak dimainkan secara fair.
  3. Perhatikan hukum permainan. Semua permainan membutuhkan peraturan. Tanpa peraturan, maka yang terjadi adalah kekacauan. Peraturan sepak bola sangat sederhana dan mudah dipelajari. Upayakan untuk mempelajari peraturan-peraturan tersebut sehingga kamu akan lebih bisa memahami permainan ini. Pemahaman ini akan menjadikanmu sebagai pemain yang baik. Kamu juga perlu memahami semangat permainan. Peraturan dirancang untuk membuat permainan menjadi lebih menyenangkan untuk dimainkan dan ditonton. Dengan mematuhi peraturan yang ada, kamu bisa lebih menikmati permainan ini.
  4. Hormatilah lawan, rekan satu tim, wasit, ofisial, dan penonton. Fair play berarti terhormat. Tanpa lawan, tidak akan pernah ada suatu permainan. Lawanmu memiliki hak yang sama denganmu, termasuk hak untuk dihormati. Rekan-rekan satu timmu adalah mitra-mitramu. Kamu membentuk suatu tim yang semua anggotanya memiliki kedudukan yang sama. Para wasit bertugas menjaga kedisiplinan dan fair play. Kamu harus selalu menerima semua keputusan para wasit tanpa memberikan sanggahan dan membantu mereka untuk membuatmu lebih menikmati permainan ini. Para ofisial merupakan bagian dari permainan dan juga harus dihormati. Penonton adalah pemberi suasana permainan. Mereka ingin permainan dimainkan secara fair play, tetapi mereka sendiri juga hams bersikap fair play.
  5. Terimalah kekalahan dengan penuh kehormatan. Tidak ada seorang pun yang selalu memenangkan permainan. Kamu kadang-kadang menang, kadang-kadang juga kalah. Belajarlah untuk kalah secara terhormat. Jangan mencari-cari alasan. Karena alasan yang sebenarnya selalu akan muncul dengan sendirinya. Berilah ucapan selamat kepada pemenang dengan penuh kehormatan. Jangan salahkan wasit atau orang lain. Segera tegaskan untuk tampil lebih baik pada kesempatan lain. Pecundang yang baik lebih dihargai daripada pemenang yang buruk.
  6. Majukan kepentingan sepak bola. Sepak bola adalah permainan terbesar di dunia, tetapi sepak bola menabutuhkanmu untuk tetap menjadi nomor 1. Utamakan kepentingan sepak bola di atas kepentingan pribadimu. Pikirkan tentang bagaimana tindakanmu bisa memengaruhi citra permainan ini. Bicarakan tentang hal-hal yang positif di dalam permainan. Doronglah orang lain untuk menonton pertandingan atau memainkannya secara fair. Bantulah orang lain mendapatkan hal sebanyak mungkin dari sepak bola seperti kamu sendiri. Jadilah duta permainan ini.
  7. Tolak korupsi, narkoba, isu SARA, kekerasan, dan bahaya lain bagi olahraga kita ini. Popularitas sepak bola yang luar biasa ini kadang membuatnya rentan terhadap kepentingan luar yang bersifat negatif. Awasi mereka yang ingin menggodamu untuk berbuat curang atau menggunakan narkoba. Narkoba tidak memiliki tempat di dalam sepak bola atau olahraga lain. Katakan tidak pada narkoba. Bantulah menghapus isu SARA dari sepak bola. Perlakukan semua pemain dan setiap orang secara sama, tanpa mempertimbangkan warna kulit atau asal etnis. Tunjukkan bahwa sepak bola tidak menginginkan kekerasan, bahkan dari penggemar sekali pun. Sepak bola adalah olahraga, dan olahraga itu damai.
  8. Bantu orang lain menolak tekanan-tekanan untuk bertindak korupsi. Kamu mungkin mendengar rekan satu timmu atau orang lain yang kamu kenal digoda untuk berbuat curang. Mereka membutuhkan bantuanmu. Jangan enggan untuk mendukung mereka. Berikan mereka kekuatan untuk menolak. Ingatkan mereka tentang komitmen mereka kepada rekan satu tim dan permainan. Bangunlah solidaritas yang kuat, seperti pertahanan yang kuat dalam lapangan permainan.
  9. Laporkan mereka yang mencoba mengotori olahraga kita ini. Jangan malu untuk menunjuk setiap orang yang kamu yakini sedang membujuk orang lain untuk berbuat curang. Lebih baik mengungkapkan seseorang dan mengeluarkannya sebelum menyebabkan kerusakan. Dibutuhkan keberanian yang besar untuk melaporkan apa yang salah daripada mengikuti rencana yang kurang baik. Kejujuranmu akan dipuji tetapi keterlibatanmu dalam rencana yang kurang baik tersebut tidak akan dihargai. Jangan sekedar mengatakan tidak. Laporkan penjahat yang mencoba mengotori olahraga kita sebelum mereka bisa membujuk orang lain untuk mengatakan ya.
  10. Hargai mereka yang mempertahankan reputasi baik sepak bola. Nama baik sepak bola telah mampu bertahan karena kebanyakan orang yang mencintai permainan ini memiliki sikap yang jujur dan fair. Kadang seseorang melakukan suatu tindakan khusus yang membutuhkan penghargaan. Orang ini hendaknya dihargai dan keteladanannya yang baik disebarluaskan ke masyarakat. Ini akan mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama. Bantulah memajukan citra sepak bola dengan menceritakan hal-hal yang baik.
Share:

Sabtu, Februari 25, 2012

Christopher Johnson McCandless

"Jika ingin sesuatu dalam hidup ini, berusahalah meraihnya" (Christhoper Johnson McCandless - Into The wild)

"Aku ingin pergerakan yang dinamis, bukan kehidupan yang tenang. Aku mendambakan kegairahan, bahaya, dan kesempatan untuk mengorbankan diri bagi orang yang kucintai, aku merasakan di dalam diriku tumpukan energi sangat besar yang tidak menemukan penyaluran didalam kehidupan kita yang tenang" (Leo Tolstoy - Family Happiness)

Christopher Johnson Mccandless
Saya tidak membaca tuntas bukunya tetapi saya tuntas menonton filmnya. Film ini ataupun buku ini sangat bagus, tidak banyak orang yang memilih hidup seperti Christhoper Johnson McCandless (selanjutnya disebut Chris), dia menyebut dirinya sebagai Alexander Supertram. Chris memiliki jiwa yang resah. Ia selalu menanyakan kehidupan ini. Ia bandingkan antara keadaan dirinya dengan keadaan-keadaan manusia yang kerap ditemukannya di tempat-tempat kumuh di kotanya. Ia pun bertanya-tanya lagi. Melalui pengembaraan menuju Alaska ini, ia berharap dapat jawab tentang pertanyaan-pertanyaan yang muncul itu. Maka, tak ragu lagi, pengembaraan pun dimulainya.

Ia menyukai-betul Leo Tolstoy. Ia bahkan meniru gaya dan prinsip hidup Tolstoy. Baginya, hidup yang paling menyenangkan adalah dengan mengabaikan kehidupan yang bergelimang kekayaan, hak-hak istimewa, dan kemudian hidup di tengah orang-orang tak-punya. Semakin lama semakin sadar dirinya, betapa muaknya hidup ditentukan oleh kekayaan orangtuanya, betapa mengesalkannya hidup harus sesuai dengan harapan orangtuanya.

Sekali lagi saya katakan, tidak banyak orang yang memilih hidup seperti itu. Kisah ini membuktikan ada seorang menjalani hidupnya dengan tekad yang kuat, tentunya disamping tokoh-tokoh lain yang juga memiliki tekad kuat, saya belajar banyak dari kisah ini.
Share:

Postingan Populer