Ruang Sederhana Berbagi

Tampilkan postingan dengan label #respect. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #respect. Tampilkan semua postingan

Senin, April 07, 2014

Tahu Gejrot Cirebon

Cirebon terkenal dengan sebutan kota wali songo, udang dan tahu gejrot. Batiknya trusmi sesuai nama tempat produksinya. Wilayah paling timur Jawa Barat dengan bahasa cerbon yang berbeda dari bahasa Jawa atau Sunda. Itulah sekilas saya jelaskan tentang Kota Cirebon. Saya berasal dari Cirebon dan sekarang menjalani keseharian sebagai penjual tahu gejrot yang biasa jualan keliling lalu mangkal di depan sebuah pertokoan elektronik. Nama saya, Narno. Mas Narno, demikian teman-teman saya menyebut nama saya dengan tambahan mas. Mas bisa berarti Aa kalau di wilayah Jawa Barat. Mas juga bentuk penghargaan untuk mereka yang usianya lebih tua dari kita.

Tahu Gejrot Cirebon
Tahu gejrot, sebuah makanan khas Cirebon yang sekarang banyak digemari. Tahu dan bumbunya khusus didatangkan dari Cirebon. Beda rasanya dengan tahu yang ada di Bandung, Sumedang, dan Cibuntu yang juga sama-sama produksi tahu. Tahu dari Cirebon sengaja didatangkan untuk kepuasan pembeli. Seperti tak lengkap jika bumbu tahu gejrot tetapi tahunya bukan dari Cirebon.

Dengan rasa yang gurih, asin, dan pedas, tahu gejrot kini banyak yang mencarinya. Tak heran jika pengusaha dari Cirebon banyak berdatangan ke kota ini untuk mencari peruntungan berjualan tahu gejrot. Lihat saja di Jalan Asia Afrika, dekat Gedung Merdeka, para penjual tahu gejrot berjejer di pinggir jalan menunggu pembeli.

Ada dua rombongan penjual tahu gejrot di kota ini. Keduanya dikoordinir oleh pengusaha yang memasok bahan baku utama langsung dari Cirebon. Mereka sama teman-teman saya juga. Kalau bertemu di jalan, kami bertegur sapa dengan bahasa cerbon.

Sudah lama saya mengisi keseharian sebagai penjual tahu gejrot ini. Buat saya, tak masalah semakin banyak penjual tahu gejrot di kota ini. Tuhan Maha Pemberi rejeki, tak akan tertukar rejeki saya dengan teman saya. Adakalanya sehari habis semua, tetapi adakalanya bersisa banyak.

Saya senang menjalani keseharian ini. Melihat pembeli yang puas dengan tahu gejrot saya, rasanya senang sekali. Apalagi kalau bertemu pembeli yang juga sama-sama dari Cirebon, terasa seperti pulang kampung. Saya berikan bonus mengobrol ke sana ke mari untuk menghangatkan suasana.

Pembeli saya beragam, dari mulai mahasiswa, guru, dosen, pejalan kaki, tukang gali, bahkan sesama penjual yang juga mangkal berdekatan dengan saya. Di tempat mangkal, saya mengenal Doni. Tukang parkir yang bertato di tangannya, tetapi hatinya baik. Ia senang membeli tahu gejrot. Kalau saya berhalangan hadir, ia selalu menanyakan keberadaan saya. Ia peduli dengan teman-temannya.
Share:

Kamis, Maret 13, 2014

Respect

Selepas istirahat, anak-anak bermain sepakbola. Biasanya saya berikan waktu khusus sekita 15-30 menit untuk bermain sepakbola setelah mengerjakan LKS atau berkarya sebelumnya.
Minggu yang lalu saya ajarkan bentuk perkalian melalui permainan sepakbola. Menyilang dan melompat. Hampir seperti bentuk hitung loncat tetapi menggunakan bola yang dioper ke masing-masing temannya.
Respect (www.oncoursesystems.com)
Hari ini, kejadian menarik dan selalu berulang dari minggu-minggu sebelumnya adalah sikap ingin menang dan merasa tidak puas kalau kalah. Lalu saya ajak mereka diskusi langsung di lapangan (pendopo). Bahasan diskusinya adalah respek atau respect. Respect adalah sikap menghormati.
Melalui cerita tentang sepakbola, saya bercerita tentang pentingnya membangun respek terhadap Tuhan. teman, lawan, pelatih, wasit, dan penonton.
Respek kepada teman berarti kita harus menghormati teman kita dalam satu tim. Tidak boleh marah-marah kepada teman saat ia salah mengoper bola, salah menendang bola, dll. Kita harus menghormati teman kita sendiri karena mereka adalah satu tim yang sama-sama ingin menyukseskan permainan. Adanya teman kita yang membuat kita bisa bermain. "Bayangkan jika kamu bermain tanpa temanmu dan melawan tim lain yang lebih banyak temannya!"
Respek terhadap lawan berarti kita harus menghormati kehadiran mereka di lapangan. Adanya mereka membuat kita bisa bermain. Adanya mereka juga membuat kita harus berlatih sungguh-sungguh dan bermain dengan asyik. "Bayangkan kamu bermain tanpa lawan!"
Respek terhadap pelatih berarti kita harus menuruti instruksi orang yang sudah berpengalaman dalam mengatur permainan dan orang yang bermain. Tidak perlu marah-marah kepada pelatih saat ia menunjuk kita dalam posisi yang sebenarnya kita tidak sukai. Pelatih tahu potensi kita dan kita harus hormati keputusannya.
Respek terhadap wasit berarti kita menghormati kehadiran pengadil di tengah lapangan. Adanya wasit juga yang membuat kita bisa bermain di lapangan. Wasit juga manusia yang sesekali bisa salah, jangan terus menerus memprotes keputusan wasit dan kamu kehilangan kontrol diri yang akhirnya bisa mematikan potensi terbaikmu saat bermain. "Bayangkan bermain sepakbola dan tidak ada wasit yang menengahi saat ada konflik keputusan?"
Respek terhadap penonton berarti kehadiran pemain di lapangan adalah hiburan bagi mereka. Terkadang mereka punya harapan yang besar kepada pemain. Itu sesuatu yang wajar, makanya berikanlah tontonan terbaik untuk mereka nikmati dengan permainan yang indah. Mereka akan senang melihat pemain yang bermain dengan hati, bermain sungguh-sungguh. Hormati penonton, karena mereka bisa memotivasi pemain untuk mengeluarkan potensi terbaiknya dalam tim yang di dukung.
Respek terhadap Tuhan. Ini yang sangat penting. Tuhan yang mengatur semuanya. Adanya lapangan, adanya teman, adanya wasit, adanya pelatih, adanya penonton, dan adanya kita adalah karunia Tuhan. Tuhan sudah mengatur semuanya dengan baik. Saat kamu kalah, jangan mengeluh dan menyalahkan Tuhan. Terimalah itu sebagai motivasi untuk giat berlatih. Kalau hari ini kalah, berdoa, berlatih dengan giat, dan harapkan pada Tuhan agar besok kamu bisa menang.
Saat kamu menang hari ini, berterima kasihlah pada Tuhan. Syukuri dan doakan agar tim yang kalah bisa menerima dengan lapang dada!
Syukuri semuanya dan bermainlah dengan hati senang!
Share:

Postingan Populer