Ruang Sederhana Berbagi

Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Selasa, Maret 22, 2016

Waanal Coffee Sebuah Hal Menarik di Timika

Waanal Coffee (iden wildensyah)
Matahari sudah terbenam beberapa menit yang lalu, di luar sudah tampak gelap. Beberapa tempat terang benderang oleh cahaya listrik. Malam di Timika, Papua sudah terasa. Suara binatang malam membunyikan kekhasan malam. Berbeda dengan kesunyian kampung, di kota Timika berdenyut seperti halnya kota-kota di Indonesia.
Di tengah gemerlap malam kota Timika ini ada sebuah kafe yang menawarkan kehangatan malam dalam secangkir kopi panas. Namanya Waanal Coffee. Terletak di sebuah ruko yang sekilas tidak terlihat ada kehidupan. Di bagian bawah terdapat sebuah bengkel kendaraan bermotor dan tepat di bagian atasnya berdiri Waanal Coffee. Tempat gaul yang sangat menarik di Kota Timika.
Interior ruangan yang sangat menarik, paduan warna klasik dengan suasana kafe sungguh membuat hangat ruangan. Demikian juga dengan tambahan ornament dan pernak-pernik menarik di dinding kafe membuat kafe ini terasa berbeda.
Ornamen di dinding kafe (iden wildensyah)
Kopi, yah, jangan ditanyakan rasanya. Berbagai jenis kopi ditawarkan di sini untuk memanjakan para pengunjung. Untuk penikmat kopi, banyak sekali pilihan kopi yang bisa diseduh. Seperti espresso, kopi tubruk, maciato, dan masih banyak lagi.
Buat anda yang suka travelling, jangan lewatkan kafe ini dari list kunjungan anda ke Timika.
Hmmm... yah everyday is a good day for coffee! Mari kita ngopi!

Despresso! (iden wildensyah)

Share:

Rabu, Oktober 28, 2015

Cara Pintar Menarik Pelanggan

Ada banyak perusahaan penyedia jasa atau produk yang ingin mengikat konsumen menjadi pelanggan. Banyak sekali cara-cara yang digunakan misalnya dengan mendekatkan setiap hadir produk baru ke setiap konsumennya lewat media sosial. Mengirim email dengan sapaan yang akrab. Memberikan kejutan dan hadiah spesial pada waktu-waktu tertentu.

Siapa yang tak suka diperlakukan istimewa? Nah dasar inilah yang menjadi bagian penting setiap orang membangun hubungan spesial dengan pelanggan atau konsumen barunya. Konsumen baru yang diperlakukan spesial tentu akan sangat senang. Ia akan mendapat pengalaman yang menarik dalam berinteraksi dengan produk tersebut.

Salah satu bentuk menarik perhatian untuk membuat pelanggan ketagihan adalah jajak pendapat atau kuisioner. Di salah satu restoran waralaba di Kota Bandung, metode ini ternyata sangat ampuh. Mereka menyediakan sebuah lembar kuisioner yang cukup menarik. Selembar kertas ukuran setengah B5 disimpan di atas meja. Biasanya sambil menunggu, banyak konsumen yang tertarik mengisi. Isian dalam kuisioner ini cukup simpel, misalnya hanya bertanya kunjungan keberapa? Menu apa yang pernah dicoba? Dan pertanyaan lainnya yang bisa dijadikan masukan untuk pengelola restoran. 

Kuisioner unik ampuh untuk mendapatkan feedback dari konsumen. Dua arah yang menarik karena restoran seperti membuat ikatan yang menarik untuk pelanggannya. Demikian juga untuk pelanggannya pasti akan mendapatkan pengalaman yang menarik selama mencoba menu-menu yang ditawarkan.

Buat inovasi dan pelanggan siap datang setiap waktu!

Share:

Senin, April 07, 2014

Tahu Gejrot Cirebon

Cirebon terkenal dengan sebutan kota wali songo, udang dan tahu gejrot. Batiknya trusmi sesuai nama tempat produksinya. Wilayah paling timur Jawa Barat dengan bahasa cerbon yang berbeda dari bahasa Jawa atau Sunda. Itulah sekilas saya jelaskan tentang Kota Cirebon. Saya berasal dari Cirebon dan sekarang menjalani keseharian sebagai penjual tahu gejrot yang biasa jualan keliling lalu mangkal di depan sebuah pertokoan elektronik. Nama saya, Narno. Mas Narno, demikian teman-teman saya menyebut nama saya dengan tambahan mas. Mas bisa berarti Aa kalau di wilayah Jawa Barat. Mas juga bentuk penghargaan untuk mereka yang usianya lebih tua dari kita.

Tahu Gejrot Cirebon
Tahu gejrot, sebuah makanan khas Cirebon yang sekarang banyak digemari. Tahu dan bumbunya khusus didatangkan dari Cirebon. Beda rasanya dengan tahu yang ada di Bandung, Sumedang, dan Cibuntu yang juga sama-sama produksi tahu. Tahu dari Cirebon sengaja didatangkan untuk kepuasan pembeli. Seperti tak lengkap jika bumbu tahu gejrot tetapi tahunya bukan dari Cirebon.

Dengan rasa yang gurih, asin, dan pedas, tahu gejrot kini banyak yang mencarinya. Tak heran jika pengusaha dari Cirebon banyak berdatangan ke kota ini untuk mencari peruntungan berjualan tahu gejrot. Lihat saja di Jalan Asia Afrika, dekat Gedung Merdeka, para penjual tahu gejrot berjejer di pinggir jalan menunggu pembeli.

Ada dua rombongan penjual tahu gejrot di kota ini. Keduanya dikoordinir oleh pengusaha yang memasok bahan baku utama langsung dari Cirebon. Mereka sama teman-teman saya juga. Kalau bertemu di jalan, kami bertegur sapa dengan bahasa cerbon.

Sudah lama saya mengisi keseharian sebagai penjual tahu gejrot ini. Buat saya, tak masalah semakin banyak penjual tahu gejrot di kota ini. Tuhan Maha Pemberi rejeki, tak akan tertukar rejeki saya dengan teman saya. Adakalanya sehari habis semua, tetapi adakalanya bersisa banyak.

Saya senang menjalani keseharian ini. Melihat pembeli yang puas dengan tahu gejrot saya, rasanya senang sekali. Apalagi kalau bertemu pembeli yang juga sama-sama dari Cirebon, terasa seperti pulang kampung. Saya berikan bonus mengobrol ke sana ke mari untuk menghangatkan suasana.

Pembeli saya beragam, dari mulai mahasiswa, guru, dosen, pejalan kaki, tukang gali, bahkan sesama penjual yang juga mangkal berdekatan dengan saya. Di tempat mangkal, saya mengenal Doni. Tukang parkir yang bertato di tangannya, tetapi hatinya baik. Ia senang membeli tahu gejrot. Kalau saya berhalangan hadir, ia selalu menanyakan keberadaan saya. Ia peduli dengan teman-temannya.
Share:

Postingan Populer